Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua sejalan dengan program pengembangan budidaya air tawar yang telah di laksanakan dari tahun-ketahun saat ini sedang giatnnya dan fokus kepada pengembangan budidaya ikan air tawar di daerah pedalaman, khusus di Kabupaten Pemekaran. Beberapa daerah pemekaran itu antara lain,
Yahukimo, Tolikara, Jayawijaya dan Pegunungan Bintang, Mappi, Boven Digoel demikan ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Ir. Astiler Maharadja saat membuka pelatihan teknis budidaya ikan air tawar se Provinsi Papua yang digelar di Balai Benih Ikan Sentral Provinsi Papua, Koya Selasa 12/08/2008.
Dipilihnya daerah itu sebagai lokasi budidaya ikan air tawar adalah karena di daerah tersebut, khususnya di beberapa lokasi sudah tersedia dan terdapat kolamnya, termasuk juga rawa-rawa dan sungai yang bisa dijadikan tempat untuk pembudidayaan ikan air tawar.
"Budidaya ikan air tawar sangatlah gampang” jelasnnya, menurutnnya asal ada air disitu bisa di budidayakan ikan air tawar, tidak hanya itu di sekpi tank juga bisa di kembangakn ikan lele, tukasnnya.
Lanjutnnya, Jadi sebenarnnya budidaya ikan air tawar tersebut sangatlah gampang dengan rekayasa teknologi ilmu perikanan sedikit bisa dikembangakan di masyarakat budidaya melalui tenaga teknis budidaya.
Dikatakan bahwa salah satu program yang dinilai sangat strategis bagi Provinsi Papua karena membantu program pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat. Sebab, dengan program ini maka masyarakat akan mendapatkan nilai tambah terutama dalam pemenuhan gizi bagi anak-anak,"pukasnya.
Menurut Astiler, bicara soal program budidaya ikan, jangan lantas berpikir mengenai nilai ekonominya atau komersil. Tapi yang terpenting adalah bagaimana, supaya gizi masyarakat itu dapat terpenuhi dengan baik, tanpa memberatkan beban biaya distribusi pengadaan ikan itu sendiri. Sebab, kalau pengadaan ikan itu diperoleh dari daerah pesisir, maka biaya distribusi atau transportasinya akan sangat besar dan mahal. Selain itu, harga dari produsen ke konsumen (masyarakat) juga akan sangat besar.
"Karena itu, alternatif yang harus ditempuh agar masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan gizinya terutama dari ikan, tanpa terbebani dengan biaya yang sangat mahal, maka pemerintah menyiapkan bibit benih ikan kepada masyarakat. Sebab, untuk budidaya ikan air tawar pemeliharaanya sangat mudah, yang penting tersedia pakannya,"tambahnya.
Oleh karena itu disela-sela kegiatan pelatihan teknis budidaya ikan air tawar tersebut dirinnya menghimbau kepada peserta, tenaga-tenaga penyuluh teknis budidaya agar memahami bahaimana pentingnnya ilmu dan teknologi perikanan tersebut.
Sementara itu ketua panita pelatihan teknis budidaya ikan air tawar Edward Krey, S. ST.Pi mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan para tenaga teknis budidaya air tawar khususnnya tentang tehnik pembenenihan ikan mas, ikan nila
Meningkatkan produksi benih/bibit unggul sehingga tercapai pemenuhan akan gizi seluruh masyarakat. Khususnnya masyarakat di tahan Papua.
Pelatihan ini di ikuti petugas teknis budidaya dari kabupaten-kabupaten di provinsi Papua sebanyak 19 orang, dari kota jayapura 1 orang dan dari dinas provinsi 2 orang. Seluruhnya berjumlah 22 orang.
Materi yang diberikan adalah kebijakan pembangunan perikanan provinsi papua, tehnik budidaya ikan air tawar dan praktek pembenihan, manajemen usaha perikanan, tehnik pembuatan pakan ikan dan praktek pembuatan pakan, dinamika kelompok, dan pembiayaan pembangan usaha bantuan modal.