Covid-19 Meroket, Pemprov Papua Kini Giat Sosialisasi di Fasilitas Umum Covid-19 Increased, the Papua Provincial Government is Now Active in Socializing in Public Facilities
Penularan Covid -19 di Papua sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus. Covid-19 transmission in Papua to date has shown no signs of declining cases.
Penularan Covid -19 di Papua sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus.
Tercatat hingga Senin (26/10/2020), total ada 9.206 kasus dengan Kota Jayapura menjadi tertinggi, yakni 4.614 kasus.
Menyusul Kabupaten Mimika 2410 kasus, Kabupaten Jayapura 587 kasus, Kabupaten Biak 503 kasus serta Nabire 320 kasus.
Menyikapi hal demikian, pemerintah provinsi kini bakal lebih giat mensosialisasikan bahaya penularan Covid ke fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, agar masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Sebab kalau semua masyarakat secara teratur menjalankan protokol kesehatan, maka penularan pasti bisa ditekan,” terang Penjabat Sekda Papua Doren Wakerkwa di Jayapura, Selasa (27/10/2020).
Meski penularan masih tinggi, Pemprov Papua masih akan memperpanjang masa penerapan adaptasi tatanan hidup baru dalam menangani penularan Covid-19, selama satu bulan kedepan.
Hal tersebut, sebagaimana hasil pembahasan dengan bersama Forkompinda Papua, serta para bupati maupun walikota.
“Kita sudah rapat evaluasi, sudah diputuskan untuk kembali memperpanjang masa penerapan adaptasi tatanan hidup baru untuk satu bulan kedepan,” kata ia.
“Memang angka ini berpotensi naik terus hingga mencapai sepuluh ribu kasus dalam beberapa hari kedepan. Tapi kalau kita semua disiplin diantaranya rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menerapkan pola hidup bersih, pakai masker, saya pikir penularan virus ini bisa ditekan,” pungkasnya.
Covid-19 transmission in Papua to date has shown no signs of declining cases.
Recorded as of Monday (10/26/2020), there were a total of 9,206 cases with Jayapura being the highest, which had 4,614 cases. Mimika Regency has 2410 cases, Jayapura Regency 587 cases, Biak Regency 503 cases and Nabire 320 cases.
In this way, the provincial government will now be more active in socializing the dangers of Covid-19 transmission to public facilities, including places of worship, so that people are more disciplined in carrying out health protocols.
"Because if all people regularly carry out health protocols, then transmission can certainly be suppressed," explained Regional Secretariat of Papua Doren Wakerkwa in Jayapura, Tuesday (10/27/2020).
Although contagion is still high, the Papua Provincial Government will still extend the implementation of adaptation of the new living order in dealing with Covid-19 transmission, for the next month.
This is as a result of discussions with Regional Leadership
"We have had an evaluation meeting, it has been decided to re-extend the implementation period of the adaptation of the new living order for the next month," he said.
"Indeed this number has the potential to rise steadily to reach ten thousand cases in the next few days. But if we are all disciplined among others diligent in washing hands using soap and applying a clean lifestyle, wearing masks, I think the transmission of this virus can be suppressed," he concluded.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-