Wagub : Stop Tebang Pohon Sagu Deputy Governor: Stop Cutting Sago Trees
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta para bupati untuk menyetop penerbitan izin penggunaan lahan di areal maupun kawasan hutan sagu. Deputy Governor of Papua Klemen Tinal asked the regents to stop issuing land use permits in sago areas and forest areas.
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta para bupati untuk menyetop penerbitan izin penggunaan lahan di areal maupun kawasan hutan sagu.
“Kami pemerintah provinsi mengingatkan kepada mereka (kepala daerah), jangan sampai lahan tempat (areal hutan sagu) itu di pakai untuk hal lain”.
“Bupatinya harus tegas (supaya areal hutan sagu bisa terus terjaga),” tegas Klemen di Jayapura, Kamis (25/02/2021).
Wagub mengkritisi pembangunan perumahan yang terjadi di kawasan hutan sagu. Dimana hal tersebut dinilainya dapat merusak lingkungan serta mengurangi potensi pendapatan masyarakat adat dari sagu.
“Makanya kita tegas meminta untuk jangan lagi pohon sagu kita di tebang untuk kepentingan apa pun”.
“Karena yang salah bukan yang menebang atau membangun sebenarnya. Namun ini salah bupatinya, kenapa mereka kasih ijin.
Ini yang saya tekankan lagi,” jelasnya.
Sagu merupakan pohon serba guna karena dari batang, daun dan buah bisa diolah menjadi bahan jadi atau makanan bahkan kerajinan tangan.
Bagian sagu yang bisa diolah menjadi makanan (papeda san lainnya) adalah batangnya. Batang sagu juga bisa dijadikan untuk dinding rumah.
Bagian sagu yang bisa diolah menjadi kerajinan tangan adalah pelepah sagu, lidi sagu, dan daun sagu. pelepah sagu dapat dijadikan anyaman seperti keranjang dan nyiru
Sedangkan daun dapat dijadikan sebagai bahan bangunan dan anyaman seperti tikar.
"We provincial government reminded them (regional head), do not let the land where (sago forest area) was used for other things".
"The regent must be firm (so that the sago forest area can be maintained)," said Klemen in Jayapura, Thursday (25/02/2021).
The Deputy Governor criticized the housing development that occurred in the Sago forest area. Where it is considered to damage the environment and reduce the potential income of indigenous peoples from sago.
"That's why we firmly ask that our sago trees be cut down for any purpose".
"Because the wrong is not the one that cuts down or builds actually. But it's the regent's fault, why do they give permission.
This is what I emphasize again," he explained.
Sago is a versatile tree because the stems, leaves and fruits can be processed into finished materials or food and even handicrafts.
The part of sago that can be processed into food (Papeda and other) is the stem. Sago stems can also be used for the walls of the house.
Parts of sago that can be processed into handicrafts are sago midrib, sago stick, and sago leaves sago fronds can be used as webbing such as baskets and “nyiru”.
While the leaves can be used as building materials and webbing such as mats.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-