Bupati Asmat Imbau Masyarakat Tak Terpancing Ajakan Mengganggu Keamanan The Regent of Asmat Urges People not to Be Provoked to Interfere Security
Bupati Asmat Elysa Kambu mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk menahan diri dan tak terpancing ajakan yang bertujuan ingin menganggu stabilitas keamanan dan ketertiban daerah. Regent of Asmat Elysa Kambu urged people in his region to refrain and not be provoked by invitations aimed at disrupting the stability of regional security.
Bupati Asmat Elysa Kambu mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk menahan diri dan tak terpancing ajakan yang bertujuan ingin menganggu stabilitas keamanan dan ketertiban daerah.
Masyarakat diharapkan tak cepat terprovokasi, sebab pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan belum dapat berjalan dengan baik apabila situasi keamanan tidak kondusif.
“Pemilu sudah selesai, kini saatnya kita semua bergandengan tangan untuk membangun tanah lumpur (Asmat) yang maju, sejahtera dan bermartabat,” ajak Bupati dalam keterangan kepada pers di Jayapura, Kamis (4/3/2020)
Ia jelaskan, saat ini situasi dan kondisi di Agats, Ibu kota Kabupaten Asmat, Papua, pasca aksi pengrusakan kantor Bupati dan kantor Komisi Pemilihan Umum serta beberapa fasilitas lainnya, sudah berangsur kondusif.
Para ASN dipastikan segera berkantor dan membuka pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya pun akan segera kembali ke Asmat untuk bertemu dengan semua stakeholder guna berkoordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Yang pasti saya segera kembali dan melakukan rekonsiliasi agar aksi-aksi yang bisa merugikan pemerintah dan masyarakat tidak terulang dan berlanjut”.
“Karenanya, saya ajak seluruh masyarakat Asmat agar tidak boleh lagi mengkotak-kotakan kelompok ini atau itu, tapi mari kita harus bersatu. Mewujudkan pelaksanaan pembangunan di Asmat,” ajak dia.
Sebelumnya, Kapolres Asmat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dhani Gumilar, mengatakan situasi kini sudah dapat dikendalikan.
Masyarakat di sekitar Kota Agats juga sudah mulai melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Pihak kepolisian bersama dengan TNI juga mengintensifkan patroli. Sementara itu, ada tambahan 20 anggota Brimob dari Merauke yang telah tiba dan kini melakukan pengamanan di sejumlah area vital.
Regent of Asmat Elysa Kambu urged people in his region to refrain and not be provoked by invitations aimed at disrupting the stability of regional security.
The community is expected not to be provoked quickly, because government and community services have not been able to run well if the security situation is not conducive.
"The election is over, now is the time for all of us to join hands to build Asmat that is advanced, prosperous and dignified," invited the Regent in a statement to the press in Jayapura, Thursday (03/04/2020)
He explained that the current situation and conditions in Agats, the capital of Asmat Regency, Papua, after the destruction of the Regent's office and the Electoral Commission office and several other facilities, have been gradually conducive.
The State Civil Apparatus is ensured to immediately take office and open services to the community. It will also soon return to Asmat to meet with all stakeholders to coordinate with the ranks of the Regional Leadership Coordination Forum (Forkopimda).
"For sure I immediately return and make reconciliation so that actions that can harm the government and society will not be repeated and continued".
"Therefore, I invite the entire Asmat community to no longer compartmentalize the group, but let's be united. Realizing the implementation of development in Asmat," he asked.
Earlier, Asmat Police Chief, Adjunct Senior Commissioner of Police (AKBP) Dhani Gumilar, said the situation can be controlled now.
The community around Agats City has also started to carry out activities as usual.
The police along with the National Army also intensified patrols. Meanwhile, an additional 20 Mobile Brigade Corps from Merauke have arrived and are now conducting security in a number of vital areas.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-