Pemprov Papua Kembali Kirim 30 Pelajar OAP ke Jepang Papua Provincial Government Sends 30 Papuan Indigenous Students to Japan
Pemerintah Provinsi Papua melalui Badang Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) tahun ini (2021) mengalokasikan beasiswa vokasi bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) untuk studi di Jepang. The Papua Provincial Government through the Human Resources Development Agency (BPSDM) allocated vocational scholarships for Papuan Indigenous children to study in Japan.
Pemerintah Provinsi Papua melalui Badang Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) tahun ini (2021) mengalokasikan beasiswa vokasi bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) untuk studi di Jepang.
Sebanyak 30 pelajar OAP bakal diterbangkan ke kota Fukuoka Jepang guna menjalani pendidikan pengembangan industri pertanian.
Hal itu dikemukakan Kepala BPSDM Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen, SP, M.Eng disela-sela Sosialisasi Program Beasiswa Vokasi Fukuoka Jepang Tahun 2021, Senin pagi (15/3/2021) di Horison Hotel, Kotaraja, Jayapura.
“Pemerintah Provinsi Papua menjalin kerjasama program beasiswa dengan Fukuoka Jepang. Pemberian besiswa afirmasi bagi 30 Orang Asli Papua lulusan SMK/SMA Tahun 2019, 2020 dan calon lulusan tahun 2021,”ungkap Aryoko didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Program Pendidikan dan Peningkatan Daya Saing Afirmasi BPSDM Papua, Elius Enembe, S.Kep, M.Kes.
Dijelaskan Aryoko, Jepang dipilih sebagai negara studi vokasi bagi pelajar OAP, karena Fukuoka merupakan salah satu kota di Jepang yang sangat maju dibidang pengembangan budidaya pertanian, mekanisasi pertanian, industri pertanian dan teknologi informasi pengelolaan sumberdaya pertanian modern.
“Provinsi Papua juga memiliki kekayaan alam yang sangat besar. Dan untuk mengelolanya dibutuhkan tenaga sumber daya manusia dengan keahlian tersebut. Makanya kita kirimkan pelajar Papua untuk belajar di Fukuoka,”jelasnya.
Selain itu, kata Kepala BPSDM, perguruan tinggi di Fukuoka sukses mengembangkan pendidikan vokasi dalam bidang pengelolaan sumberdaya alam sektor pertanian.
Kata Aryoko, Pemprov menyambut baik berbagai program pendidikan terutama program pendidikan vokasi untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM dalam pengelolaan sumberdaya alam Papua yang sangat besar.
“Untuk pengelolaan sumberdaya alam yang potensinya sangat besar itu, tidak bisa dikelola dengan cara biasa tetapi harus dikelola dengan cara yang luar biasa melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,”ujar dia.
Ditegaskan Aryoko, kedepan, program beasiswa Pemprov Papua bukan hanya untuk program pendidikan S1, S2 dan S3 tetapi lebih dipriorotaskan bagi program vokasi untuk sepesialis keahlian yang terakreditasi.
Ditempat yang sama, Sekretaris Tim Kerjasama Beasiswa Program Pendidikan Vokasi Pemerintah Provinsi Papua dan Fukuoka Jepang, Dr. Karsudi, SP, MSI mengatakan sosialisasi beasiswa vokasi Fukuoka Jepang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi pelajar OAP, sehingga mereka menyiapkan diri sejak dini untuk mengikuti program tersebut.
“Peserta sosialisasi berasal dari Dinas Pendidikan, Perpustaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua dan Para Kepala Sekolah SMA dan SMK se Provinsi Papua, dengan total peserta 50 orang.”
“Metode sosialisasi dilakukan secara klasikal melalui tatap muka untuk peserta yang berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan sekitarnya. Bagi para peserta yang berasal dari wilayah diluar kota jayapura dan sekitarnya sosialisasi dilakukan dengan metode digital melalui zoom meeting yang disiarkan langsung melalui media chanel Youtube BPSDM Provinsi Papua,” jelas Karsudi.
The Papua Provincial Government through the Human Resources Development Agency (BPSDM) allocated vocational scholarships for Papuan Indigenous children to study in Japan.
A total of 30 OAP students will be flown to Fukuoka city of Japan to undergo agricultural industry development education.
This was stated by the Head of BPSDM of Papua Province, Aryoko AF Rumaropen, SP., M.Eng on the sidelines of the Socialization of Japan's Fukuoka Vocational Scholarship Program in 2021, Monday morning (3/15/2021) at Horison Hotel, Kotaraja, Jayapura.
"The Papua Provincial Government established a scholarship program with Fukuoka Japan. Granting affirmations for 30 Papuan Indigenous graduates of VOCATIONAL/HIGH SCHOOL in 2019, 2020 and prospective graduates in 2021," said Aryoko accompanied by the Head of Education Program Planning and Competitiveness Improvement affirmation of BPSDM Papua, Elius Enembe, S.Kep, M.Kes.
Aryoko explained, Japan was chosen as a vocational study country for students, because Fukuoka is one of the most advanced cities in Japan in the field of agricultural cultivation development, agricultural mechanization, agricultural industry and information technology of modern agricultural resource management.
"Papua province also has a huge natural wealth. And to manage it takes human resources with such expertise. That's why we send Papuan students to study in Fukuoka," he explained.
In addition, said the Head of BPSDM, universities in Fukuoka successfully developed vocational education in the field of natural resource management in the agricultural sector.
Aryoko said that the Provincial Government welcomes various educational programs, especially vocational education programs to improve the ability and quality of human resources in the management of Papua natural resources.
"For the management of natural resources whose potential is very large, it cannot be managed in the usual way but must be managed in a remarkable way through the development of science and technology," he said.
Aryoko stressed that in the future, the Scholarship Program of The Provincial Government of Papua is not only for undergraduate, postgraduate and postgraduate education programs but rather for vocational programs for an accredited level of expertise.
In the same place, Secretary of the Vocational Education Program Cooperation Team of the Government of Papua and Fukuoka Japan, Dr. Karsudi, SP, MSI said the socialization of Fukuoka Japan vocational scholarships aims to improve understanding for Papuan Indigenous students, so that they prepare themselves early to join the program.
"The socialization participants came from the Department of Education, Library and Regional Archives of Papua province and the principals of high schools and vocational schools in Papua Province, with a total of 50 participants."
"The socialization method is done classically through face-to-face for participants from Jayapura City, Jayapura District, Keerom and surrounding areas. For the participants who come from areas outside the city of Jayapura and surrounding areas socialization is done by digital method through zoom meeting that is broadcast live through YouTube channel media BPSDM Papua Province," said Karsudi.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-