Pemprov Papua Gandeng ANRI Gelar Diklat Kearsiapan Berbasis TIK Papua Provincial Government Cooperates with National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI) to Hold ICT-Based Training
Sebanyak 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengikuti Pendidikan Dan Latihan (Diklat) Teknis Kearsipan Berbasis Teknologi Informasih(TIK) Tahun 2021. A total of 60 State Civil Apparatus of the Papua Provincial Government participated in the Education and Training of Archival Technical Based Information Technology (ICT) in 2021.
Sebanyak 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengikuti Pendidikan Dan Latihan (Diklat) Teknis Kearsipan Berbasis Teknologi Informasi(TIK) Tahun 2021.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Dance Flassy,SE.M.Si didampingiDeputi Bidang Kearsipan Nasional Republik Indonesia (ANRI), Drs. Sumrahyadi,MIMS dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng, Selasa siang (23/3/2021) bertempat di aula BPSDM Provinsi Papua, Kotaraja, Jayapura membuka secara resmi diklat tersebut.
Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP.MH dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Dance Flassy mengatakan pengelolaan arsip sangat penting dan urgen. Untuk itu, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua wajib meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM).
Dikemukakannya bahwa pengelolaan arsip secara konvensional memiliki banyak kelemahan karena memerlukan ruang penyimpanan yang cukup luas.
“Sehubungan dengan itu, maka untuk mewujudkan tata kelola arsip yang baik, perlu menerapkan manajemen kearsipan modern sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dewasa ini,”ujar Sekda.
Menurutnya, manajemen kearsipan modern merupakan suatu proses tata kelola arsip/dokumen yang tidak lagi menggunakan cara-cara manual, akan tetapi dilakukan dengan menerapkan teknologi informasi.
“Untuk mempercepat proses pengelolaan data menjadi informasi, akses informasi yang cepat dan akurat, serta pengamanan penyimpanan dokumen yang lebih baik,”katanya.
Sekda menjelaskan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan kearsipan adalah menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan.
Sehubungan dengan itu, maka Pemprov Papua melalui BPSMD bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan Pelatihan Kearsipan Berbasis Teknologi Informasi, yang bertujuan memberikan pengenalan, pemahaman dan tata cara pengelolaan arsip melalui aplikasi elektronik yang benar.
“Kita harapkan melalui pelatihan ini, peserta mampu memahami Kebijakan Kearsipan Nasional memahami Strategi Implementasi e-Arsip Terintegrasi (Srikandi), memahami Instrumen Pengelolaan Arsip Elektronik dan Trampil dalam pengelolaan Arsip Dinamis Elektronik; dan Keempat, trampil dalam pengelolaan Aplikasi Srikandi,”harap Sekda Flassy.
Ditempat yang sama, Deputi Bidang Kearsipan Nasional Republik Indonesia (ANRI), Drs. Sumrahyadi,MIMS mengapresiasi upaya Pemprov Papua melalui BPSDM dalam meningkatkan SDM bidang kearsipan.
Diakuinya, Papua termasuk salah satu pemerintah daerah di Indonesia yang pengelolaan kearsipan belum maksimal. Oleh karenanya, Sumrahyadi berharap dengan diklat ini dapat meningkatkan SDM ASN Papua dalam pengelolaan arsip/dokumen di Papua sehingga terintegrasi dengan Srikandi.
Sumrahyadi mengatakan diera modern dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi maka pengelolaan arsip tak lagi dilakukan secara manual. Seluruh data dokumen dan arsip dikelola secara elektronik.
“Papua termasuk salah satu daerah yang pengelolaan arsipnya belum maksimal. Untuk itu, kami harapkan kedepan Papua bisa lebih maju dalam pengelolaan dokumen dan data. Saya minta para peserta mengikuti Diklat ini dengan baik sehingga ilmu yang didapatkan bisa diaplikasikan dalam tugas kearsipan saudara-saudari di tempat tugas,”pintanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Diklat Teknis Kearsipan Berbasis Teknologi Informasih(TIK) Tahun 2021, Emanuel Korey, S.Sos, M.Si dalam laporannya mengatakan diklat ini terselenggara atas kerjasama Pemprov Papua dengan Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Diklat digelar selama 5 hari mulai tanggal 22-26 Maret 2021, dengan peserta sebanyak 60 orang dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dan di bagi menjadi 2 Angkatan.
A total of 60 State Civil Apparatus of the Papua Provincial Government participated in the Education and Training of Archival Technical Based Information Technology (ICT) in 2021.
Regional Secretary of Papua Province, Dance Flassy, SE. M.Si accompanied by Deputy of National Archives of the Republic of Indonesia, Drs. Sumrahyadi, MIMS and Head of Human Resources Development Agency, Aryoko AF Rumaropen, SP. M.Eng, Tuesday afternoon (3/23/2021) at the Human Resources Development Agency of Papua Province, Kotaraja, Jayapura officially opened the training.
The Governor of Papua, Lukas Enembe, SIP. MH in his speech read by Regional Secretary Dance Flassy said the management of the archive is very important and urgent. Therefore, every Regional Apparatus Organization (OPD) within the Papua Provincial Government is obliged to improve the quality of its Human Resources.
He stated that conventional management of archives has many drawbacks because it requires considerable storage space.
"Therefore, in order to realize good archive governance, it is necessary to implement modern archival management in accordance with the development of information technology today," said the Regional Secretary.
According to him, modern archival management is a process of governance of archives / documents that no longer use manual means, but it is done by applying information technology.
"To speed up the process of managing data into information, accessing fast and accurate information, and securing better document storage," he said.
Regional Secretary explained in accordance with the Law of the Republic of Indonesia Number 43 of 2009 that one of the purposes of archival implementation is to ensure the creation of archives from activities carried out by state institutions, local governments, educational institutions, companies, political organizations, community organizations, and individuals.
Therefore, the Provincial Government of Papua through the Human Resources Development Agency in collaboration with the National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI) held an Information Technology-Based Archival Training, which aims to provide introduction, understanding and procedures for managing archives through correct electronic applications.
"We hope that through this training, participants are able to understand the National Archival Policy to understand the Integrated e-Archive Implementation Strategy (Srikandi), understand electronic and skilled records management instruments in the management of Electronic Dynamic Archives; and Fourth, skilled in the management of Srikandi Application, " said Regional Secretary, Flassy.
In the same place, Deputy of National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI), Drs. Sumrahyadi, MIMS appreciated the efforts of the Papua Provincial Government through the Human Resources Development Agency in improving human resources in the field of archival.
Admittedly, Papua is one of the local governments in Indonesia whose archival management has not been maximized. Therefore, Sumrahyadi hopes this training can improve the human resources of State Civil Apparatus of Papua in the management of archives / documents in Papua so that it is integrated with ’Srikandi’.
Sumrahyadi said in the modern era with the development of information and communication technology, the management of archives is no longer done manually. All document and archive data is managed electronically.
"Papua is one of the regions whose archive management has not been maximized. Therefore, we hope that in the future Papua can be more advanced in the management of documents and data. I ask the participants to follow this training well so that the knowledge obtained can be applied in the archival tasks in the place of duty," he asked.
Meanwhile, Chairman of the Committee for Technical Training on Archival Based on Information Technology (ICT) year 2021, Emanuel Korey, S.Sos, M.Si in his report said the training was held in cooperation with the Papua Provincial Government with the National Archives Institute of the Republic of Indonesia (ANRI).
The training was held for 5 days from March 22-26, 2021, with 60 participants from each Regional Apparatus Organization (OPD) within the Papua Provincial Government and divided into 2 Forces.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-