Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris, DPPAD Papua Gandeng Tangata Language Improving the Competence of English Teachers, Department of Education, Library and Regional Archives of Papua Cooperates with Tangata Language
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) setempat, menggandeng institusi pendidikan Tangata Language House yang berdomisili di Jayapura, guna bekerja sama dalam peningkatan kompetensi guru bahasa inggris di seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). The Provincial Government of Papua through the local Department of Education, Library and Regional Archives (DPPAD), collaborated with Tangata language house educational institutions domiciled in Jayapura, to cooperate in improving the competence of English teachers in all Vocational High Schools (SMK).
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) setempat, menggandeng institusi pendidikan Tangata Language House yang berdomisili di Jayapura, guna bekerja sama dalam peningkatan kompetensi guru bahasa inggris di seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Menurut Kepala DPPAD Papua, Christian Sohilait, untuk kerja sama tahap awal, sebanyak 12 Sekolah Menengah Kejuruan di Bumi Cenderawasih bakal dijadikan pilot project atau proyek percontohan program peningkatan kompetensi guru bahasa inggris di 2021 ini.
Pihaknya berharap melalui kerja sama itu, dapat terjadi transfer ilmu kepada para guru SMK, yang seterusnya dilanjutkan kepada siswa, guna menjadi bekal bagi mereka saat terjun ke dunia kerja.
“Saat ini kemampuan berbahasa inggris sangat dibutuhkan di dunia industri maupun usaha. Karena itu, penting sekali program ini di laksanakan bagi para guru di SMK”.
“Dan institusi Tangata Language House ini yang akan melaksanakan program dengan kami. Dimana untuk tahap awal, kita akan perkuat kemampuan para guru di 12 SMK di Papua,” terangChristian usai penandatanganan kerjasama DPPAD dengan Tangata Language House di Kota Jayapura, Rabu (31/3/2021).
Untuk sementara program ini baru akan dilaksanakan pada 12 SMK, namun bakal digelar secara berkesinambungan dengan menyesuaikan pada penganggaran yang ada di DPPAD Papua.
Sementara alasan memilih SMK, sebab lembaga pendidikan itu lebih banyak bersentuhan dengan hal-hal yang berkaitan dengan bahasa inggris. Contohnya, mesin dan sistem kelistrikan yang dipastikan keseluruhannya menggunakan kata-kata dalam bahasa inggris.
“Sehingga melalui program ini, kita berharap nantinya SMK tidak hanya melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki skill tinggi di bidang-bidang tertentu, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa inggris”.
“Sebab dari evaluasi kami banyak anak-anak yang lulus dengan skill yang bagus, tetapi begitu masuk ke dunia industri terkendala bahasa inggris dan akhirnya disalip oleh orang lain,” ujar ia.
Wella Saroi, Manajer Operasinal Tangata Language House, mengapresiasi kerja sama tersebut. Institusinya memastikan siap untuk mengembangkan mutu guru SMK dalam berbahasa inggris.
“Intinya kita ingin memberikan pemahaman kepada guru supaya kedepan tidak memberikan bahasa inggris yang monoton. Sebaliknya bagaimana mata pelajaran ini menjadi sesuatu yang menyenangkan siswa.
“Karena rata-rata murid itu gramernya sudah bagus tapi berbicara itu yang kurang,” pungkasnya.
The Provincial Government of Papua through the local Department of Education, Library and Regional Archives (DPPAD), collaborated with Tangata language house educational institutions domiciled in Jayapura, to cooperate in improving the competence of English teachers in all Vocational High Schools (SMK).
According to the Head of Education, Library and Regional Archives Department of Papua, Christian Sohilait, for early-stage cooperation, as many as 12 Vocational High Schools in Papua will be used as pilot projects for English teacher competency improvement programs in 2021.
It hopes that through cooperation, there can be a transfer of knowledge to vocational school teachers, which is then continued to students, in order to be a provision for them when entering the world of work.
"Nowadays, English language skills are needed in the world of industry and business. Therefore, it is very important that this program is implemented for teachers in vocational schools".
"And this Tangata Language House institution will carry out the program with us. Where for the initial stage, we will strengthen the ability of teachers in 12 vocational schools in Papua," explained Christian after signing the cooperation with Tangata Language House in Jayapura City, Wednesday (31/3/2021).
For the time being, this program will only be implemented in 12 vocational schools, but will be held continuously by adjusting to the budgeting in the Education, Library and Regional Archives Department of Papua.
While the reason for choosing vocational school, because the institution is more in contact with matters related to English. For example, machines and electrical systems that are ensured to all use words in English.
"So through this program, we hope that vocational schools will not only make Human Resources (HR) who have high skills in certain fields, but also have English language skills".
"Because of our evaluation many children who graduate with good skills, but once entered the industry constrained English and finally overtaken by others," he said.
Wella Saroi, Operations Manager of Tangata Language House, appreciated the cooperation. The institution ensures that it is ready to develop the quality of vocational school teachers in English.
"The point is we want to give understanding to teachers so that in the future we do not give monotonous English. Instead how these subjects become something that pleases students.
"Because the average student is already good in grammar but lacks of speaking," he concluded.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-