Beranda Berita Pemerintahan Pemprov Papua Optimalkan BLUD RSUD Jayapura untuk Tingkatkan Pelayanan
Kesehatan 129 menit baca

Pemprov Papua Optimalkan BLUD RSUD Jayapura untuk Tingkatkan Pelayanan

Tim Redaksi Pemprov Papua

29 Sep 26 · 330 tayangan
Bagikan:
Pusat Data Terpadu Pemprov Papua

Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan melalui peningkatan tata kelola dan kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Salah satu perkembangan yang dicatat yakni peningkatan pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Jayapura yang pada 2025 mencapai Rp103 miliar.

Plt Direktur RSUD Jayapura, dr. Andreas Pekey mengatakan, capaian tersebut meningkat dibandingkan pendapatan rumah sakit pada tahun-tahun sebelumnya yang berada pada kisaran Rp60 miliar hingga Rp80 miliar per tahun.

“Dalam satu tahun kepemimpinan Pak Gubernur yang mencakup dua tahun anggaran, kita berhasil meningkatkan pendapatan dari Rp80 miliar tembus ke Rp103 miliar. Tahun ini pun kita targetkan pendapatan BLUD tetap bisa tembus di angka Rp100 miliar,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, peningkatan pendapatan BLUD tidak diarahkan semata-mata untuk mengejar keuntungan. Pendapatan yang diperoleh kembali digunakan untuk mendukung keberlangsungan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dana tersebut antara lain digunakan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, pembayaran jasa pelayanan, pengadaan obat-obatan, rehabilitasi gedung, serta pemeliharaan dan perbaikan peralatan medis.

“Uang yang kita dapatkan digunakan kembali untuk kepentingan rakyat. Kita perbaiki alat yang kurang, gratiskan pasien yang tidak mampu, dan penuhi operasional pelayanan,” jelasnya.

Untuk menyesuaikan pendapatan dengan kebutuhan operasional rumah sakit, manajemen RSUD Jayapura menargetkan pendapatan BLUD dapat ditingkatkan hingga Rp150 miliar per tahun.

Andreas menjelaskan, kebutuhan operasional rutin RSUD Jayapura berada di kisaran Rp150 miliar. Sementara pada tahun berjalan, pendapatan diproyeksikan berasal dari BLUD sekitar Rp100 miliar dan dukungan dana Otonomi Khusus (Otsus) sekitar Rp25 miliar.

Dengan demikian, total dukungan yang tersedia diperkirakan mencapai Rp125 miliar. Angka tersebut masih berada di bawah kebutuhan operasional ideal rumah sakit.

“Jika dihitung dari kebutuhan normal kami yang sebesar Rp150 miliar, secara riil masih ada defisit sekitar Rp30 miliar. Hal ini yang kadang memicu penyesuaian di lapangan karena ada sisa kewajiban atau utang yang harus dijaga keberlangsungannya,” tutur Andreas.

Di tengah penyesuaian dan efisiensi anggaran pascapemekaran daerah, RSUD Jayapura tetap berupaya meningkatkan potensi pendapatan sekaligus memperluas pelayanan. Manajemen menargetkan pendapatan rumah sakit dapat melampaui Rp150 miliar per tahun. ***

Tag: BLUD RSUD

Tentang Penulis

PakChris

Pencarian