Di Pelantikan Pengurus KONI Papua
Gubernur Sampaikan Sudah Cukup Kebiasaan Membeli Atlet
Gubernur Papua Lukas Enembe mengingatkan
seluruh pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua agar mulai
menghentikan kebiasaan membeli atlet dalam iven Pekan Olahraga Nasional (PON).
KONI sebagai rumah bagi cabang-cabang prestasi
olahraga memiliki tanggung jawab menciptakan atlet Papua, agar dapat bersaing
di tingkat nasional dan internasional. Oleh karena itu, pada PON XX 2020
mendatang, KONI Papua wajib menyiapkan atlet asli Papua untuk berlaga dalam
iven empat tahunan itu.
“Pengalaman dari PON XIX di Jawa Barat
kemarin, Papua hanya membawa lima atlet orang asli Papua. Sebagian besar kita
beli dari luar daerah (Papua)”.
“Karena itu, saya minta pengurus KONI untuk
berusaha dan bagaimana mengupayakan serta menyiapkan atlet tangguh untuk hadapi
PON 2020. Termasuk dalam iven internasional lainnya,” terang Gubernur Lukas,
diela-sela pelantikan pengurus KONI Papua periode 2017 – 2021, Kamis (18/1) di
Jayapura.
Dia juga mengingatkan kepada pengurus KONI
yang ada, agar berfungsi sesuai dengan tupoksi yang dipercayakan. Sebab KONI
Papua memiliki target besar kedepan, yang mana selain menjadi, tetapi wajib
memliki atlet tangguh.
“Semua harus bekerja sesuai dengan tugas dan
fungsinya. Tak boleh lagi ada rangkap jabatan karena semuanya sudah jelas.
Apalagi tugas kita berat dan tinggal 2 tahun 8 bulan lagi”.
“Makanya, saya perintahkan semua pengurus
tidak boleh jalan santai, tapi mulai hari ini bekerja lebih cepat mengejar
cita-cita melahirkan prestasi dari tangan kita sendiri. Yang jelas anak Papua
jangan dibiarkan berdiri sendiri dan jadi penonton. Mereka harus dilatih jadi
atlet andal,” imbaunya.
Pada kesempatan itu, Lukas merasa heran
semakin cepat perubahan teknologi di Papua, prestasi maupu olahraga Papua
semakin mundur. Dilain pihak, semakin besar dana yang turun ke Papua, prestasi
pun semakin memudar.
“Padahal dulu kita pernah ada atlet Papua
seperti Lisa Rumbewas yang mewakili Indonesia di ajang internasional. Kemudian
Carol Renwarin yang didaulat menjadi pelatih tinju Indonesia untuk ajang serupa”.
“Sayangnya kini atlet baru berpretasi dari
Papua belum muncul, padahal kita saat ini punya uang banyak. Apakah mungkin
kita tidak sungguh – sungguh membimbing mereka ataukah mereka tidak berlatih?
Ini yang mesti kita jawab bersama dengan menyediakan atlet terbaik dari Papua
di PON 2020 mendatang serta tak sibuk membawa proyek,” tegasnya.
Sementara Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman berharap
para pengurus yang baru dilantik mampu membawa kemajuan dan prestasi olahraga
yang besar bagi tanah Papua, serta mampu mempersiapkan atlit secara baik dalam
rangka menghadapi PON XX 2020.
Dirinya pun mengingatkan pengurus agar dalam
menghadapi PON XX 2020, menyiapkan tiga hal pokok, yakni sukses infrastruktur,
sukses pelaksanaan dan sukses prestasi yang membanggakan.
“Karena itu, saya pesan agar antara pengurus KONI di pusat
dan daerah harus ada komunikasi yang intens. Sehingga persiapan pelaksanaan PON
XX 2020 bisa berjalan dan rampung secara maksimal,” pungkasnya.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Humas Pemprov Papua
Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua bertanggung jawab atas publikasi informasi resmi kegiatan dan kebijakan pemerintahan.