papua
  • Visi Papua 2013-2018

    Visi Papua 2013-2018
    Papua Bangkit Mandiri dan Sejaterah 

  • Hari Anti Korupsi 9 Desember 2016

    Hari Anti Korupsi 9 Desember 2016

INFO STATISTIK Total Jumlah Penduduk Papua hasil SP 2010 adalah sebesar 2.833.381 jiwa       Kabupaten Biak Numfor : Jumlah Penduduk 126.798 Papua 48.021 Non Papua 17.579 Total 65.600       Kabupaten Asmat : Jumlah Penduduk 76.577 Papua 35.592 Non Papua 4.628 Total 40.220       Kabupaten Boven Digoel : Jumlah Penduduk 55.784 Papua 19.401 Non Papua 11.007 Total 30.408       Kabupaten Deiyai : Jumlah Penduduk 62.119 Papua 32.087 Non Papua 304 Total 32.391       Kabupaten Dogiyai : Jumlah Penduduk 84.230 Papua 42.051 Non Papua 491 Total 42.542       Kabupaten Intan Jaya : Jumlah Penduduk 40.490 Papua 20.709 Non Papua 36 Total 20.745       Kabupaten Jayapura : Jumlah Penduduk 111.943 Papua 35.621 Non Papua 23.906 Total 59.527       Kabupaten Jayawijaya : Jumlah Penduduk 196.085 Papua 90.618 Non Papua 10.599 Total 101.217       Kabupaten Keerom : Jumlah Penduduk 48.536 Papua 10.458 Non Papua 16.068 Total 26.526       Kabupaten Kep Yapen : Jumlah Penduduk 82.951 Papua 32.815 Non Papua 10.150 Total 42.965       Kabupaten Lanny Jaya : Jumlah Penduduk 148.522 Papua 79.608 Non Papua 83 Total 79.691       Kabupaten Mamberamo Raya : Jumlah Penduduk 18.365 Papua 8.979 Non Papua 784 Total 9.763       Kabupaten Mamberamo Tengah : Jumlah Penduduk 39.537 Papua 21.213 Non Papua 114 Total 21.327       Kabupaten Mappi : Jumlah Penduduk 81.658 Papua 37.326 Non Papua 5.439 Total 42.765       Kabupaten Merauke : Jumlah Penduduk 195.716 Papua 37.731 Non Papua 65.347 Total 103.078       Kabupaten Mimika : Jumlah Penduduk 182.001 Papua 41.388 Non Papua 61.639 Total 103.027       Kabupaten Nabire : Jumlah Penduduk 129.893 Papua 32.850 Non Papua 36.519 Total 69.369       Kabupaten Nduga : Jumlah Penduduk 79.053 Papua 42.721 Non Papua 376 Total 43.097       Kabupaten Paniai : Jumlah Penduduk 153.432 Papua 77.979 Non Papua 2.458 Total 80.437       Kabupaten Pegunungan Bintang : Jumlah Penduduk 65.434 Papua 33.422 Non Papua 1.883 Total 35.305       Kabupaten Puncak : Jumlah Penduduk 93.218 Papua 48.885 Non Papua 375 Total 49.260       Kabupaten Puncak Jaya : Jumlah Penduduk 101.148 Papua 53.685 Non Papua 1.094 Total 54.779       Kabupaten Sarmi : Jumlah Penduduk 32.971 Papua 12.190 Non Papua 6.067 Total 18.257       Kabupaten Supiori : Jumlah Penduduk 15.874 Papua 8.008 Non Papua 334 Total 8.342       Kabupaten Tolikara : Jumlah Penduduk 114.427 Papua 61.120 Non Papua 681 Total 61.801       Kabupaten Waropen : Jumlah Penduduk 24.639 Papua 10.707 Non Papua 2.430 Total 13.137       Kabupaten Yahukimo : Jumlah Penduduk 164.512 Papua 85.234 Non Papua 1.501 Total 86.735       Kabupaten Yalimo : Jumlah Penduduk 50.763 Papua 26.753 Non Papua 232 Total 26.985       Kota Jayapura : Jumlah Penduduk 256.705 Papua 47.987 Non Papua 88.600 Total 136.587      

Potensi Daerah

Potensi Daerah

Sungai Mamberamo Amazonnya Indonesia dengan segudang kekayaan

Sungai Mamberamo memiliki potensi listrik bertenaga air terbesar di Indonsia dan bio etanol yang berlimpah mah. Kondisi geologinya juga sarat dengan bahan tambang seperti emas, tembaga, bauksit, dan nikel. Di luar itu, kawasan Mamberamo juga memiliki segudang kekayaan flora dan fauna yang sangat menakjubkan.

Kalau di Brasil terkenal dengan Sungai Amazon yang dihuni oleh keragaman hayati tinggi, Indonesia pun memiliki sungai yang tak kalah uniknya, yakni Sungai Mamberamo. Sungai sepanjang 670 km ini berada di selatan Pegunungan Foja dan melintas di enam kabupaten (Jayapura, Mamberamo, Sarmi, Jayawijaya, Yapen Waropen, dan Paniai) Provinsi Papua.

Ya, Sungai Mamberamo memang unik dari banyak sudut pandang. Ia menjadi jalur transportasi air bagi penduduknya. Debit airnya berlimpah ruah. Berdasarkan hasil pengukuran, sungai yang mempunyai kedalaman terdalam 33 m itu memiliki debit air sebesar 5.500 mVdetik. Potensi ini sesuai dengan nama Mamberamo yang berasal dari bahasa Dani, yakni mambe berani besar dan ratno adalah air. Besarnya debit itu disebabkan curah hujan di daerah aliran sungai (DAS) Mamberamo sangat tinggi, mencapai 5.600 mm/ tahun. Selain itu, Sungai Mamberamo ini juga berasal dari pertemuan dua sungai besar, yakni Taritatu dari arah timur dan Tariku dari barat. Sungai ini lalu bermuara di Samudra Pasifik. Luas total DAS tersebut hampir sebesar Pulau Jawa, yakni mencapai 79.440 km2.Topografinya juga menawan. Di bagian hulu misalnya, sungai itu berada di pegunungan yang curam. Lalu di bagian tengahnya berupa cekung-an dataran tinggi yang luas. Sedangkan di daerah hilir, berupa dataran rendah yang berawa.


PLTA Terbesar

Berdasarkan kondisi inilah, Mamberamo memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di Indonesia. Berdasarkan hitungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Mamberamo memiliki potensi tenaga air sebesar 12.284 MW yang tersebar di 34 lokasi. Ini berarti, hampir sepertiga dari potensi tenaga air di Indonesia itu berada di Mamberamo.

Di era pemerintahan BJ Habibie, potensi ini sudah direncanakan sebagai megaproyek di kawasan timur Indonesia. Maklum, ketika listrik di kawasan terpencil itu tersedia dengan harga terjangkau, maka ia dapat memacu pertumbuhan industrisecara pesat.Apalagi, kondisi geologi di sepanjang Mamberamo memiliki potensi tambang yang sangat menggiurkan. Survei geologi menunjukkan, kawasan ini kaya bahan tambang. Di antaranya bauksit (yang dapat diolahmenjadi alumunium), baja, tembaga, emas, dan nikel. Jika tersedia energi listrik, berbagai industri pengolahan tambang di sana dapat terwujudkan. Pertumbuhan ekonomi pun dapat melaju kencang.

Sumber daya manusia lokal tampaknya belum siap dengan pembangunan megaproyek tersebut. Faktor inilah yang membuat pemerintah menunda pembangunan megaproyek tersebut. Penundaan ini disambut positif sejumlah aktivis lingkungan. Mereka mengkhawatirkan, jika megaproyek itu terwujud, maka berdampak negatif terhadap lingkungan alam yang masih perawan itu. Apalagi koleksi keragaman hayati flora dan fauna di sepanjang DAS Mamberamo sangat berlimpah, spesifik, dan menawan. Belum lama ini misalnya, ditemukan beberapa spesies baru yang menghuni Suaka Margasatwa Mamberamo-Foja seluas 2 juta ha.

Beberapa spesies baru yang ditemukan di hutan tropis nan lebat berketinggian 2.000 rn di atas permukaan laut itu antara lain kupu-kupu hitam dan putih (Ideopsis fojona), katak berhidung panjang (Litoria sp. nov), pergam kaisar (Dacula sp. Nou). Penemunya adalah peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), the National Geographic Society, dan Smithsonian Institution.

143 Jenis Burung

Di samping itu mereka juga menemukan spesies endemik seperti kele-lawar kembang baru {Syconycteris sp. nou), tikus pohon kecil {Pogonomys sp. nov), semak belukar berbunga (Ardisia hymenandroides), dan wala-bi kecil (Darcopsulus sp. nou). Di luar temuan itu, kawasan ini juga dihuni oleh 143 jenis burung, termasuk cendrawasih yang memiliki tubuh dan warna bulu sangat elok dipandang mata.

Dua jenis buaya, yakni buaya muara (Crocodile porossus) dan buaya darat (Crocodile novaquinea), juga berhabitat di sungai yang memiliki lebar terbesar di Indonesia.

Kedua spesies-buaya ini menjadi perburuan bagi masyarakat tradisional, khususnya dari suku Bauzi.Cara berburunya juga khas. Dulu, untuk menangkap buaya beberapa pria harus menyelam. Alat yang di-pakai hanya tali rotan. Kini, sudah agak maju, Mereka menggunakan tombak (dao) dan kail untuk memburu buaya. Daging hasil perburuan itu disantap. Sedangkan kulitnya dijual dengan harga tinggi.

Potensi floranya juga menakjubkan. Menurut Gubernur Papua, Barnabas Suebu, DAS Mamberamo dihuni sekitar 300.000 hektare hutan sagu. Sagu-sagu itu tumbuh subur di sepanjang sungai, terutama di bagian hilir dan rawa-rawa.Selama ini, sagu hanya dijadikan makanan utama bagi penduduk lokal.

Kalau saja sagu-sagu ini dikonversi menjadi bio etanol maka akan menghasilkan lebih dari 4,5 juta liter per tahun. Bio etanol merupakan sumber energi yang terbarukan dan ramah lingkungan. Ia dapat dipanen kapan saja sepanjang sagu-sagu tersebut ditanam.Potensi pohon nipahnya juga sangat besar. Hasil sadapannya juga dapat diolah menjadi bio etanol berkualitas tinggi. Singkat kata, sumber daya raksasa tersebut merupakan masa depan yang gemilang bagi tumbuhnya industri bio etanol.***
(Sumber : http://mamberamotengah.info)