Pemprov Papua Gelar Pemulihan Kesehatan dan Sosial Bagi Pengungsi Intan Jaya Papua Provincial Government Holds Health and Social Recovery for Intan Jaya Refugees
Pemerintah Provinsi Papua menggelar pemulihan kesehatan dan sosial bagi pengungsi Intan Jaya yang dipusatkan di Kabupaten Nabire dan Mimika. The Papua Provincial Government held a health and social recovery for Intan Jaya refugees centered in Nabire and Mimika districts.
Pemerintah Provinsi Papua menggelar pemulihan kesehatan dan sosial bagi pengungsi Intan Jaya yang dipusatkan di Kabupaten Nabire dan Mimika.
Untuk pemulihan kesehatan, Pemprov Papua menurunkan tim ke beberapa lokasi pengungsi terdampak konflik Intan Jaya.
Kepala Dinas Kesehatan Papua, Robby Kayame menyatakan akibat konflik di Kabupaten Intan Jaya, masyarakat mengungsi ke beberapa kabupaten sekitarnya seperti Nabire, Timika dan Sugapa, Intan Jaya.
“Masyarakat dilaporkan mengalami trauma psikis dan fisik serta kelaparan (kurang gizi) khususnya bagi bayi dan balita”.
“Untuk itu, Pemprov Papua mengirim tim pemulihan dan tim medis ke titik- titik pengungsian pada 3 Maret 2021 yang akan membantu masyarakat untuk segara pulih dari kondisi yang di alami,” terang Robby dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (4/3/2021).
Sementara bantuan yang dikirimkan adalah obat-obatan, makanan tambahan serta paket bantuan pemulihan trauma.
Sedangkan pemulihan kesehatan meliputi pengobatan dan perawatan, pemulihan mental, serta perbaikan gizi masyarakat maupun pemberian makanan gizi pada bayi dan balita. Selain itu, juga digelar pelatihan vaksinator dan pemberian vaksin COVID-19.
Sementara kegiatan sejenis telah lebih dulu dilakukan Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua.
Dimana penanganan sosial dimulai dengan penanganan secara langsung dilakukan pada beberapa waktu terkahir, dengan pengiriman bantuan sosial dari Papua sebanyak 2 kontainer lewat Pelabuhan di Nabire.
Terdiri dari bahan makanan beras, mie instan, gula pasir, minyak goreng, ikan kaleng, velbet, selimut woll dan lainnya.
Saat ini pengungsi di Nabire kebayakan berasal dari daerah ibu kota kabupaten (Sugapa) yang tersebar pada 17 titik serta beberapa lokasi di Kabupaten Timika,
Sebelumnya, konflik bersenjata yang berlarut-larut di Intan Jaya, membuat seribuan warganya mengungsi dan takut untuk berkebun dan memilih untuk mengungsi.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) RI akhirnya merespon permintaan Pemerintah Provinsi Papua dengan memberi bantuan beras sebanyak 120 ton untuk pengungsi Intan Jaya.
The Papua Provincial Government held a health and social recovery for Intan Jaya refugees centered in Nabire and Mimika districts.
For health recovery, the Papua Provincial Government deployed teams to several refugee sites affected by the Intan Jaya conflict.
Head of Papua Health Department, Robby Kayame stated that due to the conflict in Intan Jaya Regency, people evacuated to several surrounding districts such as Nabire, Timika and Sugapa, Intan Jaya.
"People are reported to experience psychological and physical trauma and hunger (malnutrition) especially for infants and toddlers".
"Therefore, the Provincial Government of Papua sent a recovery team and medical team to the evacuation points on March 3, 2021 that will help the community to recover from the condition," explained Robby in a release received by the editor, Thursday (03/04/2021).
While the aid delivered is medicines, additional food as well as trauma recovery assistance packages.
While health recovery includes treatment, mental recovery, as well as improved community nutrition as well as nutritional feeding in infants and toddlers. In addition, vaccination training and COVID-19 vaccines were also held.
Meanwhile, similar activities have been carried out by the Social Service, Population, Women Empowerment and Child Protection of Papua.
Where social handling began with direct handling carried out at some time last, with the delivery of social assistance from Papua as many as 2 containers through the Port in Nabire.
Consists of rice foodstuffs, instant noodles, granulated sugar, cooking oil, canned fish, velbet, wool blankets and others.
Currently, most of refugees in Nabire come from the capital area of the district (Sugapa) spread over 17 points as well as several locations in Timika Regency,
Previously, the protracted armed conflict in Intan Jaya, made thousands of its citizens displaced and afraid to garden and chose to evacuate.
In response, the Ministry of Social Affairs finally responded to the request of the Papua Provincial Government by providing 120 tons of rice for Intan Jaya refugees.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-