Tim BPSDM Papua Kunjungi Bappenas dan Kedubes Jepang Bahas Beasiswa Vokasi Human Resources Development Agency of Papua visits National Development Planning Agency and the Embassy of Japan to discusses Vocational Scholarships
Dalam rangka mensukseskan program beasiswa vokasi bidang pertanian di Fukuoka Jepang, Tim Kerjasama Pendidikan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Kamis, 25 Maret 2021, menyambangi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Japan Foundation dan Kedutaan Besar Jepang. In order to succeed the vocational scholarship program in agriculture in Fukuoka Japan, the Education Cooperation Team of the Human Resources Development Agency (BPSDM) of Papua Province, Thursday, March 25, 2021, visited the Ministry of National Development Planning of the Republic of Indonesia / National Development Planning Agency (Ministry of VAT / Bappenas), Japan Foundation and the Embassy of Japan.
Dalam rangka mensukseskan program beasiswa vokasi bidang pertanian di Fukuoka Jepang, Tim Kerjasama Pendidikan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Kamis, 25 Maret 2021, menyambangi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Japan Foundation dan Kedutaan Besar Jepang.
Tim dipimpin Kepala BPSDM, Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng didampingi Ketua Tim Kerjasama Elius Enembe, S.Kep, M.Kes, Sekretaris Tim, Dr. Karsudi, SP, M.Si dan anggota tim Dr. Jhon Boekorsjom, Jefry Rumayomi, S.AP,MKP, Yohana Maria Pulalo, S.Sos, Magdalena Omberep, S.Sos, Ir. Iriawan Surya, MBA, MM, Mayko Edison Koibur, ST, M.Eng dan Dance Nawipa, S.Pd, M.Pd.
Di Kementerian PPN/Bappenas, tim diterima kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan (Pusbindiklatren), Dr. Guspika, MBA.
Dia mengapresiasi terobosan Pemerintah Provinsi Papua yang menjalin kerjasama dengan Pemerintah Fukuoka Jepang untuk mendidik putra-putri Orang Asli Papua (OAP) dbidang pertanian.
Guspika meminta agar kerjasama ini melibatkan perguruan tinggi di Papua. “Untuk efektifitas kerjasama, dapat dilakukan melalui mekanisme kerjasama dengan melibatkan perguruan tinggi di Papua. Jadi proses kerjasamanya antar pemerintah dan juga bisa antar perguruan tinggi,” ujarnya.
Kepala Pusbindiklatren menyarankan kepada tim BPSDM berkoordinasi dengan Desk Papua dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemendagri agar program pendidikan vokasi di masukan dalam rencana aksi percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua sebagai implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
“Koordinasi dengan LPDP untuk memastikan Papua dapat mengakses program beasiswa dengan jumlah yang lebih besar yang dikelola oleh Kemendagri melalui lembaga LPDP,” kata Guspika.
Ia menambahkan bahwa Pusdiklatren akan membantu Pemprov Papua terkait peningkatan kapasitas aparatur melalui berbagai pelatihan yang terkait dengan manajemen pengelolaan sumberdaya alam baik disektor pertanian, pertambangan, pariwisata, perikanan dan kelautan serta sektor-sektor strategis lainya.
Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur perencanaan pembangunanm lanjut Guspika, Pusbindiklatren saat ini fokus kepada Indonesia Timur pada daerah Papua, Papua Barat, Maluku dan NTT melalui program pendidikan gelar dan non gelar.
“Program pendidikan gelar yang dapat diakses antara lain program pendidikan S1, S2 dan S3 pendidikan didalam dan luar negeri. Sedangkan program non gelar dilakukan melalui pelatihan aparatur perencanaan pembangunan dan pembinaan fungsional perencana,” jelasnya.
Kepala BPSDM Papua, Aryoko AF Rumaropen,SP.M.Eng mengatakan kerjasama pendidikan antara Pemprov Papua dan Pemerintah Fukuoka Jepang melalui program beasiswa vokasi bertujuan untuk menyiapkan sekaligus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) putra-putri OAP bidang pertanian.
Sehingga mereka dapat mengelola sumber daya alam sektor pertanian di Papua secara berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Kita harapkan setelah anak-anak kembali ke Papua, mereka dapat mengelola pertanian Papua dengan ilmu dan teknologi yang mereka dapat di Fukuoka Jepang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerjasama Pendidikan BPSDM, Elius Enembe, S.Kep, M.Kes menambahkan pertemuan dengan Pusbindiklatren Kementerian PPN/Bappenas untuk mendapatkan informasi yang lengkap terkait dengan program pendidikan bagi aparatur dan non aparatur.
“Harapan dari kunjungan ini untuk memperoleh informasi pendidikan yang dapat diakses oleh Pemrintah Provinsi Papua terkait program pendidikan S1, S2, S3 dalam dan luar negeri serta program-program lain melalui program pelatihan aparatur dibidang perencanaan,” tandasnya.
In order to succeed the vocational scholarship program in agriculture in Fukuoka Japan, the Education Cooperation Team of the Human Resources Development Agency (BPSDM) of Papua Province, Thursday, March 25, 2021, visited the Ministry of National Development Planning of the Republic of Indonesia / National Development Planning Agency (Ministry of VAT / Bappenas), Japan Foundation and the Embassy of Japan.
The team was led by the Head of Human Resources Development Agency, Aryoko AF Rumaropen, SP. M.Eng was accompanied by The Head of Cooperation Team Elius Enembe, S.Kep, M.Kes, Team Secretary, Dr. Karsudi, SP, M.Si and team members Dr. Jhon Boekorsjom, Jefry Rumayomi, S.AP,MKP, Yohana Maria Pulalo, S.Sos, Magdalena Omberep, S.Sos, Ir. Iriawan Surya, MBA, MM, Mayko Edison Koibur, ST, M.Eng and Dance Nawipa, S.Pd, M.Pd.
At the Ministry of National Development Planning of the Republic of Indonesia / National Development Planning Agency, the team received the head of the Center for Development, Education and Planning Training, Dr. Guspika, MBA.
He appreciated the breakthrough of the Papua Provincial Government in cooperation with the Fukuoka Government of Japan to educate the Papuan indigenous students in agriculture.
Guspika requested this cooperation involving universities in Papua. "For the effectiveness of cooperation, it can be done through cooperation mechanisms involving universities in Papua. So the process of cooperation between governments and can also be between universities," he said.
The Head of Center for Development, Education and Planning Training suggested to the Human Resources Development Agency team in coordination with the Papua Desk and the Ministry of Education Fund Management Institute (LPDP) for vocational education programs to be included in the action plan to accelerate welfare development in the Papua Province as the implementation of Presidential Instruction No. 9 of 2020 on Acceleration of Welfare Development in Papua Province and West Papua Province.
"Coordination with LPDP to ensure Papua can access a larger number of scholarship programs managed by the Ministry of Home Affairs through LPDP institutions," said Guspika.
He added that the Center for Development, Education and Planning Training will assist the Papua Provincial Government in increasing apparatus capacity through various training related to the management of natural resource management in agriculture, mining, tourism, fisheries and marine as well as other strategic sectors.
In order to increase the capacity of development planning apparatus, the Center for Development, Education and Planning Training is currently focusing on East Indonesia in Papua, West Papua, Maluku and NTT through degree and non-degree education programs.
"Degree education programs that can be accessed include S1, S2 and S3 education programs at home and abroad. While the non-degree program is carried out through training of development planning apparatus and functional coaching of planners," he explained.
Head of Human Resources Development Agency of Papua, Aryoko AF Rumaropen, SP. M.Eng said the educational cooperation between the Papua Provincial Government and the Fukuoka Government of Japan through a vocational scholarship program aims to prepare and improve the Human Resources of Papuan indigenous students in agriculture.
So that they can manage the natural resources of the agricultural sector in Papua in a sustainable and environmentally friendly manner by applying science and technology. "We hope that when the students return to Papua, they will be able to manage Papuan agriculture with the knowledge and technology they get in Fukuoka Japan," he said.
Meanwhile, The Head of Education Cooperation Team of Human Resources Development Agency, Elius Enembe, S.Kep, M.Kes added a meeting with the Center for Development, Education and Planning Training of the Ministry of National Development Planning of the Republic of Indonesia / National Development Planning Agency to get complete information related to education programs for apparatus and non-apparatus.
"The hope of this visit is to obtain educational information that can be accessed by the Provincial Government of Papua related to S1, S2, S3 domestic and foreign education programs as well as other programs through apparatus training programs in the field of planning," he said.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-