Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua
dalam rilisnya menyatakan Kabupaten Lanny Jaya merupakan wilayah dengan tingkat
kemiskinan tertinggi di bumi cenderawasih.
Hal demikian disampaikan Kepala Bidang Statistik Sosial BPS
Provinsi Papua Bagas Susilo kemarin, di
Jayapura.
“Yang pasti wilayah pegunungan hampir pasti menjadi kantong
kemiskinan tertinggi di Provinsi Papua. selain Lanny Jaya, ada pula Intan Jaya,
Deiyai, Tolikara, Yalimo, Nduga, Yahukimo dan lainnya”.
“Data ini berdasarkan data kemiskinan pada Maret 2018 yang
kami sudah kamis rilis,” terang ia.
Menurutnya, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan
konsep pembangunan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).
Dari pendekatan ini , BPS perpandangan bahwa kemiskinan dilihat
sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan
dan bukan yang diukur dari sisi pengeluaran.
“Artinya komoditi makanan yang paling berpengaruh besar
terhadap garis kemiskinan Provinsi Papua di daerah perkotaan. Contohnya ada beras,
rokok kretek, tongkol atau tuna atau cakalang dan daging ayam ras,” ucapnya.
Kendati demikian, tambah ia, bukan berarti wilayah pesisir
tidak menyumbang tingkat kemiskinan di bumi cenderawasih. Sejumlah kabupaten pesisir
yang terindikasi miskin antara lain, Kabupaten Asmat dan Boven Digoel
“Kalau ditanya indikator kemiskinan ini dipengaruhi oleh apa,
tentunya komoditi makanan lagi. Dimana perannya dalam Garis Kemiskinan (GK)
jauh lebih besar dibandingkan dibandingkan peranan komoditi bukan makanan yakni
perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.
Sebelumnya, BPS Papua mengumumkan persentase penduduk miskin
di Provinsi Papua sepanjang Maret s/d September 2018 diklaim mengalami
penurunan sebesar 0,31 persen.
Pada Maret 2018 penduduk miskin Papua tercatat sebesar 27,74
persen. Angka ini kemudian turun menjadi 27,43 persen pada September 2018.