JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua memperkuat upaya perlindungan produk lokal melalui pelaksanaan Festival Sagu Papua 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Papua. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.
Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen mengatakan perlindungan kekayaan intelektual menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan produk lokal Papua.
“Kekayaan intelektual bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah,” ujarnya di Jayapura.
Menurutnya, perlindungan melalui skema indikasi geografis, hak cipta, dan merek diperlukan agar produk asli Papua memiliki kepastian hukum sekaligus nilai tambah di pasar.
“Melalui perlindungan ini, produk lokal bisa terlindungi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan sagu memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Papua, baik sebagai sumber pangan maupun bagian dari identitas budaya.
“Sagu menjadi bagian dari kearifan lokal yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya perlindungan pengetahuan tradisional masyarakat adat melalui skema kekayaan intelektual komunal.
“Pengetahuan tradisional harus dilindungi agar manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini juga melibatkan puluhan pelaku UMKM olahan sagu. Pemprov Papua berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dalam membangun ekosistem ekonomi lokal berbasis sagu. ***