JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perhubungan mencatat tingginya antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis pada masa arus balik Lebaran 2026, khususnya untuk rute intra Papua yang didominasi penggunaan transportasi laut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Mathius Wally, mengatakan program mudik gratis tahun ini dilaksanakan melalui dua skema, yakni layanan intra Papua dan kerja sama dengan BUMN melalui armada kapal Pelni.
Untuk layanan intra Papua yang bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan operator Belibis Papua Mandiri, disediakan kuota sekitar 8.900 penumpang. Ia menyebutkan, seluruh kuota baik arus mudik maupun arus balik telah terpenuhi.
“Bahkan pada arus balik terjadi peningkatan jumlah penumpang, terutama pada rute Jayapura-Kasonaweja dan sebaliknya,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi moda utama dalam menunjang mobilitas masyarakat Papua.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Papua terus berupaya meningkatkan kualitas layanan transportasi laut agar semakin optimal, termasuk melalui peningkatan efisiensi dan percepatan waktu tempuh perjalanan.
Namun demikian, upaya tersebut masih menghadapi keterbatasan fiskal daerah, sehingga diperlukan dukungan dari pemerintah pusat, kementerian terkait, serta keterlibatan pihak swasta.
“Kami tengah memformulasikan skema pendanaan yang lebih komprehensif agar pengembangan transportasi laut di Papua dapat berjalan lebih maksimal,” katanya.
Ia berharap program mudik gratis dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, mengingat tingginya kebutuhan serta manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. ***