Nasib Pelatih Lestiadi Ditentukan di Madura
Manajemen Persipura Jayapura memastikan nasib pelatih Lestiadi ditentukan pada hari ini, saat tim “mutiara hitam” bentrok dengan tuan rumah Madura United.
Manajemen Persipura Jayapura memastikan nasib pelatih
Lestiadi ditentukan pada hari ini, saat tim “mutiara hitam” bentrok dengan tuan
rumah Madura United.
Bila kembali menelan kekalahan, Lestiadi dipastikan lengser
dari jabatannya sebagai Pelatih Persipura Jayapura.
“Nasib pelatih (Lestiadi) ditentukan di Madura. Saya sudah
warning (berikan peringatan) kalau (mau ingin menjabat sebagai pelatih), di
madura harus raih kemenangan,” sebut Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano,
Selasa (6/6) di Jayapura, usai mengikuti rapat kerja daerah (Rakerda) bupati
dan Walikota se- Papua.
Tommy mengaku berang dengan kepemimpinan Lestiadi yang
dinilai tak becus meracik strategi saat skuad Persipura dipecundangi PSM
Makasar dengan skor lima gol, beberapa waktu lalu. Apalagi saat “Mutiara Hitam”
bermain dengan 10 pemain, pelatih Lestiadi tak memainkan skema bertahan dan
mengandalkan serangan balik untuk mengendalikan pertandingan.
“Usai pertandingan dengan PSM saya langsung adakan rapat.
Saya marah besar (dengan strategi pelatih). Makanya saya sudah perintahkan
manajer segera cari pelatih baru (untuk persiapan)”.
“Sebab bagaimana pun seorang pelatih dalam masa genting dia
harus lekas-lekas membuat perubahan (strategi). Apalagi PSM musim ini sangat
hebat. Karena itu, kalau masih sejak menit awal kita sudah main dengan 10
orang, pelatih harus berupaya supaya jangan sampai kebobolan. Misalnya pasang 1
striker dan harus bertahan sambil andalkan serangan balik. Ini justru yang
bersangkutan tidak buat apa pun, hanya tinggal duduk tenang di bench,”
keluhnya.
Tak sampai disitu, Tommy juga mengkritik keputusan Pelatih
Lestiadi yang tak menyertakan Ruben Sanadi ke Makasar. Padahal yang
bersangkutan adalah pemain senior yang mampu berkontribusi untuk tim.
Belum lagi selisih paham dengan pelatih fisik Lydio De Souza
yang pada akhirnya memilih untuk mundur, hingga berpengaruh pada kondisi fisik
skuad Persipura. Terakhir, ia menyindir keputusan tak memainkan Ricardhino
padahal yang bersangkutan memiliki tehnik tinggi serta umpan akurat dan
ketrampilan mengeksekusi bola-bola mati.
“Serta Pahabol yang kita sudah tau memiliki kecepatan
yang bisa dimanfaatkan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Tentu keputusan
ini merugikan tim. Pelatih tidak boleh membuat blok-blok antar pemain. Harusnya
pelatih menjaga kebersamaan dan kekompakkan. Itu yang terpenting bagi Persipura
untuk bisa tetap kompetitif di Liga 1,” harapnya.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Humas Pemprov Papua
Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua bertanggung jawab atas publikasi informasi resmi kegiatan dan kebijakan pemerintahan.