Dinas Perpustakaan Dorong Penerbitan Buku Panduan PON 2020
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mendorong penerbitan buku panduan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mendorong
penerbitan buku panduan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 dalam pembahasan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017.
Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip
Daerah Papua Hans Hamadi di Jayapura, Kamis (6/7) kemarin.
“Sayangnya pada tahun
anggaran 2017 kita tak mendapat dukungan dana
Otsus sehingga belum dimasukan dalam pembahasan APBD induk tahun lalu”.
“Karena itu, kita mendorong di APBD Perubahan 20117 supaya
buku panduan ini nantinya bisa kita dibagi ke cabang olahraga,” terang dia.
Selain buku panduan, pihaknya juga mendorong penerbitan buku
panduan cabang olahraga (Cabor) PON XX, untuk disalurkan ke sekolah-sekolah, lebih khusus bagi lembaga
pendidikan SLTP maupun SLTA.
“Dengan demikian, diharapkan para guru-guru di sekolah bisa
membantu pihak KONI dengan menyiapkan para siswa-siswi berkompeten sesesuai
dengan Cabor yang dibutuhkan”.
“Untuk kemudian diharapkan sebelum pelaksanaan PON, ada bibit-bibit berbakat yang dapat ditarik untuk
mendulang medali dalam perhelatan olahraga empat tahunan tersebut,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Yusuf Yambe
Yabdi berharap seluruh panitia PON XX 2020 agar berkontribusi penuh mewujudkan
pelaksanaan even empat tahunan tersebut di Bumi Cenderawasih.
“Contohnya ada kurang lebih 12 komponen strategis yang
berpotensi memberikan kontribusi terhadap suksesi penyelenggaraan PON, selain
SDM, transportasi, akomodasi, konsumsi, keamanan”.
“Hal lainnya untuk kepanitiaan yang dikoordinatori Biro
Perekonomian Daerah Setda Papua, contohnya mereka bisa melakukan konsolidasi
dengan BUMN dan BUMD untuk memaksimalkan Community Social Responcibility
(CSR)”.
“Dimana dari dana CSR itu, bisa dimanfaatkan membiayai komponen-komponen tertentu. Misalnya
pengadaan kostum PON senilai Rp 400 Miliar. Dengan demikian beban pemerintah
provinsi bisa menjadi berkurang,” kata Yusuf di Jayapura, kemarin.
Sementara dalam pelaksanaan PON, pihaknya mendorong
penggunaan komponen pemasaran (marketing), guna mendatangkan pemasukan
menyongsong even nasional tersebut.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Humas Pemprov Papua
Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua bertanggung jawab atas publikasi informasi resmi kegiatan dan kebijakan pemerintahan.