Perencanaan Peparnas Dirampungkan Paling Lambat September Mendatang
Pemerintah Provinsi Papua memastikan perencanaan Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) yang merupakan suatu ajang kompetisi menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang disabilitas, dirampungkan paling lambat September 2017 mendatang.
Pemerintah Provinsi Papua memastikan
perencanaan Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) yang merupakan suatu ajang
kompetisi menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang
disabilitas, dirampungkan paling lambat September 2017 mendatang.
Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Olahraga
dan Pemuda Provinsi Papua, Yusuf Yambe Yabdi, Jumat (7/7) kemarin di Jayapura.
“Soal anggaran Peparnas memang belum kami
rampungkan. Tapi kita optimis perencanaan Peparnas paling lambat September
sudah bisa selesai. Sehingga bidang-bidang dalam kepanitiaan bisa punya waktu
untuk pelaksanaan Peparnas dan PON XX 2020 ditanah ini,” tutur dia.
Sementara ditanya soal nilai anggaran
Peparnas, lanjut Yusuf, bila merujuk pada PON XIX 2016 Bandung, sekitar 25
persen dari nilai pembiayaan Pekan Olahraga Nasional ke XX 2020 di Papua.
“Kalau anggaran PON XX di Papua kan untuk
penyelenggaraannya saja mencapai Rp4 triliun. Jadi nanti 25 persen dari nilai
anggaran ini akan digunakan untuk menyelenggarakan Peparnas. Tapi kita tetap
akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah serta Inspektorat
Provinsi Papua, guna melihat apakah masih ada pemberlakuan rasionalisasi atau
tidak”.
“Sebab yang jelas sejauh ini kita sudah berupa
menyiapkan master plan PON XX dan sudah rampung. Dengan harapan bisa segera
ditindaklanjuti oleh bidang-bidang sebelum diserahkan ke Kementerian Sekertaris
Negara untuk dirapatkan bersama Presiden Jokowi,” jelasnya.
Sebelumnya, draft master plan Pekan Olahraga
Nasional 2020, resmi diserahkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang masuk dalam bidang kepanitian PON maupun perwakilan lima wilayah.
Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua Yusuf
Yambe Yabdi berharap dengan diterimanya master plan pon tersebut, diharapkan
kepada SKPD segera merespon dengan memberikan tanggapan paling lambat selama
empat hari kedepan.
Menurut dia, bila sesuai rencana, master plan
PON 2020 Papua akan diserahkan dalam bulan ini kepada Menteri Sekretaris Negara
untuk dipelajari. Dengan demikian, diharapkan pembahasan bersama Presiden dalam
rapat terbatas dapat berjalan dalam bulan ini juga, sehingga kita dapat segera
menyiapkan sarana dan pendanaan PON dan Peparnas 2020 di Papua.
"Oleh karena itu, sekali lagi saya minta harus
segera dituntaskan. Makanya kita harap dan optimis supaya tahun ini bisa segera
rapat bersama Presiden. Kemudian dalam tahun ini juga kita harap bisa segera
diterbitkan Keputusan Presiden tentang dukungan dan pendanaan PON bagi Papua,”
jelasnya.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Humas Pemprov Papua
Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua bertanggung jawab atas publikasi informasi resmi kegiatan dan kebijakan pemerintahan.