Harapan Wagub Agar Provinsi Papua Tak Dibangun Dengan Rasa Benci The Deputy Governor's Expectation that Papua Province is Not Built by Hate Sense
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengingatkan seluruh pejabat Eselon III dan IV yang baru dilantik, agar tak menanamkan rasa kebencian di tengah-tengah masyarakat disaat menjalankan tugas sebagai abdi negara. Deputy Governor of Papua Klemen Tinal reminded all of Echelon III and IV recently appointed officials not to instill a sense of hatred in the midst of society while carrying out their duties as state servants.
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengingatkan seluruh pejabat Eselon III dan IV yang baru dilantik, agar tak menanamkan rasa kebencian di tengah-tengah masyarakat disaat menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Jika demikian, dirinya khawatir Provinsi Papua akan dibangun dengan rasa benci sehingga berpotensi memicu konflik yang dapat merugikan banyak pihak.
“Saya tegaskan Papua harus dibangun dengan dasar kasih dan hal tersebut ditunjukkan dalam banyak hal, termasuk dari sisi birokrasi,” terang Wagub Klemen.
Ia katakan, apabila masyarakat respek kepada pemerintah, maka tidak akan ada muncul benci yang menghambat proses pembangunan di daerah.
Untuk itu, dia berharap para pejabat di Papua selalu mengedepankan kasih dalam serta mendahulukan kepentingan masyarakat diatas segala-galanya.
“Dengan begitu saya yakin visi dan misi gubernur untuk mewujudkan Papua yang bangkit bisa terwujud. Sebab lagi-lagi pejabat Eselon III dan IV ini adalah ujung tombak pelayanan birokrasi di Papua,”
Dalam kesempatan itu, ia mengimbau seluruh pejabat dan staf di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) agar menunjukkan kekompakan dalam berkinerja.
Supaya masyarakat dapat melihat seluruh aparatur pemerintahan di provinsi, bersatu untuk membangun daerahnya. “Sehingga ini juga dapat menaruh kepercayaan masyarakat dalam mendukung pemerintah membangun daerah,” terang ia.
Diketahui, pelantikan ratusan pejabat administrator, pengawas dan fungsional ini dilaksanakan di masing-masing dinas atau instansi dan dilaksanakan serentak menggunakan aplikasi virtual untuk mengedepankan protokol kesehatan di masa pandemi Covid.
He is worried that Papua Province will be built with hatred so that it has the potential to trigger conflict that can harm many parties.
"I affirm that Papua must be built on the basis of love and it is shown in many ways, including from the bureaucratic side," explained Deputy Governor Klemen.
He said, if people respect the government, there will be no resentment that hinders the development process in the regions. For this reason, he hopes that officials in Papua will always prioritize deep love and put the interests of the community above everything else
"That's way I believe the governor's vision and mission to realize a resurrected Papua can be realized. For again, these Echelon III and IV officials were the spearheads of bureaucratic service in Papua,"
On that occasion, he urged all officials and staff in each Regional Apparatus Organization (OPD) to show compactness in performing.
So that the community can see all the government apparatus in the province, and unite to build the area. "So that this can also put the trust of the community in supporting the government to build the area," he explained.
It is known that the appointment of hundreds of administrators, supervisors and functional officials was carried out in each office or agency and implemented simultaneously using virtual applications to prioritize health protocols in the event of a Covid-19 pandemic.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-