Beranda Berita Pemerintahan Pemprov Papua Dorong BTF Berlanjut, Vanimo Diusulkan Jadi Lokasi Penyelenggaraan 2027
Perdagangan 129 menit baca

Pemprov Papua Dorong BTF Berlanjut, Vanimo Diusulkan Jadi Lokasi Penyelenggaraan 2027

Tim Redaksi Pemprov Papua

12 Oct 26 · 109 tayangan
Bagikan:
Pusat Data Terpadu Pemprov Papua

JAYAPURA- Pemerintah Provinsi Papua mendorong pelaksanaan Border Trade Fair (BTF) terus berlanjut sebagai upaya memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Papua Nugini (PNG), khususnya dalam bidang perdagangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Asisten Sekda Papua Bidang Administrasi Umum, Suzana D. Wanggai, saat penutupan BTF 2026 di kawasan Perbatasan Skouw, Kota Jayapura, Sabtu (10/10). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi wadah interaksi masyarakat kedua negara sekaligus membuka peluang pengembangan perdagangan lintas batas.

Suzana menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia dan Papua Nugini yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, BTF memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan maupun jumlah peserta yang terlibat.

“BTF tidak boleh berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dikembangkan, baik dari segi kualitas penyelenggaraan maupun skala partisipasinya. Saya juga menyambut baik rencana pelaksanaan BTF tahun depan di Vanimo, Papua Nugini,” ujar Suzana.

Menurut Suzana, BTF tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi produk unggulan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM, pengusaha, dan pemangku kepentingan dari kedua negara.

Melalui kegiatan tersebut, produk lokal diharapkan semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, pertemuan antarpelaku usaha dapat membuka peluang investasi dan kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Suzana menegaskan bahwa kawasan perbatasan memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, memperluas interaksi masyarakat, serta meningkatkan aktivitas ekonomi dan peluang usaha baru.

“Kawasan perbatasan harus kita pandang bukan sekadar sebagai garis pemisah wilayah negara, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas, memperluas interaksi masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta menciptakan peluang usaha baru,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Papua, lanjut Suzana, berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Papua Nugini, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, pelaku UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan. ***

Tentang Penulis

PakChris

Pencarian