November 2024 Provinsi Papua Mengalami Inflasi 1,41 Persen Papua Province Experienced Inflation of 1.41 Percent In November 2024
Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mencatat secara bulanan wilayah Bumi Cenderawasih mengalami inflasi sebesar 1, 41 persen pada perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) setempat. The Central Statistics Agency (BPS) of Papua recorded monthly inflation of 1.41 percent in the development of the local Consumer Price Index (CPI).
JAYAPURA - Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mencatat secara bulanan wilayah Bumi Cenderawasih mengalami inflasi sebesar 1, 41 persen pada perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) setempat.
Kendati demikian terdapat dua provinsi lainnya di Tanah Papua yang juga mengalami inflasi di November 2024, yakni Papua Tengah dan Papua Selatan.
Papua Tengah inflasi 0,37 persen lalu Papua Selatan 0,25 persen. Namun untuk Provinsi Papua Pengunungan mengalami deflasi 0,15 persen,” kata Kepala BPS Papua Adriana Helena Carolina di Jayapura, Senin.
Menurut Adriana, inflasi yang terjadi pada ketiga provinsi tersebut berdasarkan kelompok pengeluaran seperti Provinsi Papua secara bulanan BPS mencatat terdapat enam bagian yang mengalami inflasi serta satu mengalami deflasi dan empat lainnya tidak mengalamin inflasi maupun deflasi.
“Di mana kelompok yang memberikan andi inflasi bulanan tertinggi pada Provinsi Papua yakni makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,24 persen dan deflasi perawatan pribadi dan jasa lainnya yaitu sebesar 0,12 persen,” ujarnya.
Dia menjelaskan lalu untuk Papua Selatan tercatat enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dua kelompok alami deflasi dan tiga kelompok mengalami inflasi dan deflasi.
“Andil inflasi bulanan tertinggi pada Papua Selatan tercatat pada makanan, minuman dan tembakau yaitu 0,15 persen dan deflasi pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok peralatan dan pemeliharan rutin yaitu masing-masing 0,1 persen,” katanya.
Menurut Adriana, kemudian pada Papua Tengah terdapat tujuh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, satu deflasi dan tiga tidak mengalami inflasi dan deflasi,
“Dan andil inflasi tertinggi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu 0,29 persen dan andil deflasi bulanan tercatat pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,1 persen,” tandasnya. ***
JAYAPURA - The Central Statistics Agency (BPS) of Papua recorded monthly inflation of 1.41 percent in the development of the local Consumer Price Index (CPI).
However, two other provinces of Papua also experienced inflation in November 2024, namely Central Papua and South Papua.
Central Papua experienced inflation of 0.37 percent and then South Papua 0.25 percent. However, for the Mountainous Papua Province, deflation is 0.15 percent," said the Head of the Central Statistics Agency of Papua, Adriana Helena Carolina in Jayapura, Monday.
According to Adriana, inflation occurs in the three provinces based on expenditure groups such as Papua Province monthly, BPS noted that six parts experience inflation and one experiences deflation and the other four do not experience inflation or deflation.
"The group that provides the highest monthly inflation in Papua Province is food, beverages and tobacco at 1.24 percent and deflation in personal care and other services is 0.12 percent," she said.
She explained that for South Papua, six expenditure groups experienced inflation, two groups experienced deflation and three groups experienced inflation and deflation.
"The highest monthly inflation contribution in South Papua was recorded in food, beverages and tobacco at 0.15 percent and deflation in the housing, water, electricity and household fuel groups as well as the equipment and routine maintenance group at 0.1 percent each," she said.
According to Adriana, then in Central Papua, there are seven expenditure groups experiencing inflation, one deflationary and three not experiencing inflation and deflation.
"And the highest contribution to inflation was in the food, beverage and tobacco group, which was 0.29 percent and the contribution of monthly deflation was recorded in the clothing and footwear group at 0.1 percent," she said. ***
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-