JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua menargetkan peningkatan ekspor produk perikanan, khususnya tuna, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kelautan di daerah. Upaya ini dilakukan dengan mendorong pengolahan hasil tangkapan agar memiliki nilai jual lebih tinggi sebelum dipasarkan.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan potensi laut Papua sangat besar dan perlu dikelola secara optimal, tidak hanya melalui aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga melalui pengembangan industri pengolahan.
“Kami akan berangkat dari pengelolaan laut yang baik. Tidak hanya tangkap ikan, tetapi juga membangun industrinya,” ujar Fakhiri di Jayapura.
Menurutnya, perkembangan sektor perikanan di Papua mulai terlihat melalui ekspor produk olahan tuna ke pasar luar negeri. Pada pengiriman terakhir, Papua berhasil mengekspor sekitar 17 ton produk tuna olahan.
Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat seiring pengembangan sektor kelautan di berbagai wilayah pesisir. Salah satu program yang disiapkan pemerintah adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang pengolahan hasil laut.
“Kalau kemarin kita ekspor sekitar 17 ton, ke depan akan kita lipatgandakan,” kata Gubernur.
Pemerintah Provinsi Papua berharap peningkatan ekspor hasil perikanan dapat memberi dampak langsung bagi perekonomian masyarakat pesisir serta memperluas pasar produk kelautan Papua. ***