papua
  • Visi Papua 2013-2018

    Visi Papua 2013-2018
    Papua Bangkit Mandiri dan Sejaterah 

  • Selamat Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 1 Januari 2017

    Selamat Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 1 Januari 2017

  • Hari Anti Korupsi 9 Desember 2016

    Hari Anti Korupsi 9 Desember 2016

INFO STATISTIK Total Jumlah Penduduk Papua hasil SP 2010 adalah sebesar 2.833.381 jiwa       Kabupaten Biak Numfor : Jumlah Penduduk 126.798 Papua 48.021 Non Papua 17.579 Total 65.600       Kabupaten Asmat : Jumlah Penduduk 76.577 Papua 35.592 Non Papua 4.628 Total 40.220       Kabupaten Boven Digoel : Jumlah Penduduk 55.784 Papua 19.401 Non Papua 11.007 Total 30.408       Kabupaten Deiyai : Jumlah Penduduk 62.119 Papua 32.087 Non Papua 304 Total 32.391       Kabupaten Dogiyai : Jumlah Penduduk 84.230 Papua 42.051 Non Papua 491 Total 42.542       Kabupaten Intan Jaya : Jumlah Penduduk 40.490 Papua 20.709 Non Papua 36 Total 20.745       Kabupaten Jayapura : Jumlah Penduduk 111.943 Papua 35.621 Non Papua 23.906 Total 59.527       Kabupaten Jayawijaya : Jumlah Penduduk 196.085 Papua 90.618 Non Papua 10.599 Total 101.217       Kabupaten Keerom : Jumlah Penduduk 48.536 Papua 10.458 Non Papua 16.068 Total 26.526       Kabupaten Kep Yapen : Jumlah Penduduk 82.951 Papua 32.815 Non Papua 10.150 Total 42.965       Kabupaten Lanny Jaya : Jumlah Penduduk 148.522 Papua 79.608 Non Papua 83 Total 79.691       Kabupaten Mamberamo Raya : Jumlah Penduduk 18.365 Papua 8.979 Non Papua 784 Total 9.763       Kabupaten Mamberamo Tengah : Jumlah Penduduk 39.537 Papua 21.213 Non Papua 114 Total 21.327       Kabupaten Mappi : Jumlah Penduduk 81.658 Papua 37.326 Non Papua 5.439 Total 42.765       Kabupaten Merauke : Jumlah Penduduk 195.716 Papua 37.731 Non Papua 65.347 Total 103.078       Kabupaten Mimika : Jumlah Penduduk 182.001 Papua 41.388 Non Papua 61.639 Total 103.027       Kabupaten Nabire : Jumlah Penduduk 129.893 Papua 32.850 Non Papua 36.519 Total 69.369       Kabupaten Nduga : Jumlah Penduduk 79.053 Papua 42.721 Non Papua 376 Total 43.097       Kabupaten Paniai : Jumlah Penduduk 153.432 Papua 77.979 Non Papua 2.458 Total 80.437       Kabupaten Pegunungan Bintang : Jumlah Penduduk 65.434 Papua 33.422 Non Papua 1.883 Total 35.305       Kabupaten Puncak : Jumlah Penduduk 93.218 Papua 48.885 Non Papua 375 Total 49.260       Kabupaten Puncak Jaya : Jumlah Penduduk 101.148 Papua 53.685 Non Papua 1.094 Total 54.779       Kabupaten Sarmi : Jumlah Penduduk 32.971 Papua 12.190 Non Papua 6.067 Total 18.257       Kabupaten Supiori : Jumlah Penduduk 15.874 Papua 8.008 Non Papua 334 Total 8.342       Kabupaten Tolikara : Jumlah Penduduk 114.427 Papua 61.120 Non Papua 681 Total 61.801       Kabupaten Waropen : Jumlah Penduduk 24.639 Papua 10.707 Non Papua 2.430 Total 13.137       Kabupaten Yahukimo : Jumlah Penduduk 164.512 Papua 85.234 Non Papua 1.501 Total 86.735       Kabupaten Yalimo : Jumlah Penduduk 50.763 Papua 26.753 Non Papua 232 Total 26.985       Kota Jayapura : Jumlah Penduduk 256.705 Papua 47.987 Non Papua 88.600 Total 136.587      

Kabupaten Mappi

Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi yang menempatkan Sektor Pertanian termasuk Perikanan dan Kelautan sebagai sektor unggulan bagi pembangunan daerah Kabupaten Mappi, merupakan peluang dan jaminan bagi prospek pengembangan usaha Perikanan dan Kelautan ke depan. Dengan dukungan sistem dan arah kebijakan yang tepat, diharapkan pengembangan usaha Perikanan dan Kelautan dapat lebih produktif dan terkendali, guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Secara umum wilayah perairan maupun lahan untuk usaha Perikanan di Kabupaten Mappi sangat potensial, baik untuk usaha penangkapan maupun budidaya. Wilayah perairan Selatan Provinsi Papua (Laut Arafura) merupakan daratan pantai dengan kondisi tanah berlumpur yang didominasi hutan mangrove, daerah rawan, dan berair payau merupakan habitat utama hidupnya berbagai jenis ikan, udang, dan biota perairan lainnya, sangat memungkinkan bagi pengembangan usaha Perikanan dan Kelautan secara besar-besaran dan berkelanjutan.

Potensi Sumber Daya Laut

Mengacu kepada UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, yang menetapkan kewenangan Kabupaten / Kota dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di wilayah laut sejauh 4 mil, maka luas perairan laut Kabupaten Mappi adalah : 3.107 Km2, terdapat 5 pulau kecil yang tidak berpenghuni dengan panjang garis pantai :300 Km.
Secara khusus belum dilakukan survey tentang kandungan potensi Perikanan dan Kelautan di perairan laut Kabupaten Mappi, namun sebagai gambaran umum tentang potensi sumber daya Perikanan dan Kelautan di laut Arafura berdasarkan sumber data dari Departemen Kelautan dan Perikanan adalah sebagai mana tersaji dalam tabel dibawah ini 

DATA POTENSI SUMBER DAYA IKAN PADA LAUT ARAFURA


POTENSI SUMBER DAYA IKAN LAUT ARAFURA (ZEE)


Gambaran Potensi Sumberdaya Hayati Perikanan Laut Arafura tersebut di atas sangat melimpah dan merupakan peluang usaha yang menjanjikan, bahkan menurut Naami (1987) rata-rata sekitar 30 % dari total nilai ekspor udang Indonesia setiap tahunnya berasal dari Laut Arafura, disamping ikan demersal dari ikan pelagis, serta ikan hias dan biota perairan lainnya.


POTENSI SUBERDAYA PERIKANAN DARAT

Dari total luas wilayah Kabupaten Mappi seluas 23.824 Km2, tersedia sumberdaya alam yang potensial untuk usaha Perikanan diantaranya :


Perairan Umum (sungai, rawa) : 833.840 Ha

Lahan yang cocok untuk usaha Budidaya : 847.540 Ha

Kandungan Potensi Sumberdaya Perikanan Darat tersebut khususnya di Perairan Umum terdapat berbagai jenis ikan ekonomis penting dan ikan hias serta biota perairan lainnya. Beberapa jenis ikan diantaranya tergolong langka dan dilindungi seperti ikan Siluk Irian (Arwana), kura-kura moncong babi, dan kura-kura batik.

Prakiraan potensi lestari Perikanan Darat di Kabupaten Mappi adalah :

a.Potensi Sumberdaya Perairan Umum

  Perairan umu meliputi sungai, rawa, dan genangan air lainnya seluas 833.840 Ha dengan potensi lestari disumsikan 100 Kg / Ha, maka potensi lestari pertahun sebesar 83.384 Ton.

b.Potensi lahan budidaya air tawar 

  diperkirakan seluas 842.140 Ha, dengan produksi 1.473.745 Ton / Tahun.

c.Potensi lahan budidaya air payau (tambak) 

  diperkirakan seluas 5.400 Ha, sehingga potensi produksinya dapat mencapai 9.450 Ton / Tahun.


POTENSI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN

Ikan merupakan bahan makanan yang mudah membusuk (Perishable Food), sehingga upaya pengolahan dan pengawetan mutlak diperlukan. Hal ini dilakukan agar produk yang telah dihasilkan pembudidaya ikan / nelayan dapat sampai di tangan konsumen dalam keadaan baik dan layak dimakan (Eatable).

Komoditas Perikanan tanpa perlakuan pengawetan dalam suhu tropis hanya dapat bertahan paling lama 8 (delapan) jam di udara terbuka. Untuk mempertahankan mutu ikan tersebut perlu dilakukan suatu penanganan, berupa proses pengolahan / pengawetan baik bersifat tradisional maupun cara modern.

Adapun jenis ikan olahan yang diproduksi di Kabupaten Mappi berdasarkan tingkat teknologi adalah sebagai berikut :


a.Secara tradisional (curing) meliputi :

  -  Pengeringan

  -  Pengasapan / pemanggangan / pembakaran

  -  Pembuatan pentolan bakso, kerupuk ikan, dan abon

b.Secara modern meliputi :

  -  Pembekuan


POTENSI HUTAN BAKAU (MANGROVE)


Hutan Bakau (mangrove) dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal pada kondisi tertentu, dimana terjadi penggenangan dan sirkulasi air permukaan yang menyebabkan pertukaran dan pergantian sediment secara terus-menerus.

Dalam fungsi ekologi, ekosistem mangrove memiliki fungsi penting, antara lain : sebagai tempat pemijahan, penyedia makanan (nutrient), tempat mencari makan, tempat berlindung, dan tempat pengasuh bagi berbagai jenis biota yang hidup di dalamnya.

Potensi hutan bakau (mangrove) Kabupaten Mappi cukup besar, karena sepanjang garis pantai Kabupaten Mappi adalah kawasan mangrove begitupun di daerah aliran sungai bagian hilir yang ada di Kabupaten Mappi semuanya ditumbuhi tanaman bakau (mangrove) yang melimpah dengan kepiting bakau dan biota berkulit keras.


Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua