JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program bantuan pendidikan. Dimana pemerintah menyiapkan tambahan bantuan studi bagi mahasiswa, dokter umum, dokter spesialis hingga program doktor (S3) bagi orang asli Papua (OAP).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama Tabenak mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua melalui Program Mahasiswa Cerdas (Mace) dan Pelajar Cerdas (Pace).
Selain bantuan studi akhir, Pemprov Papua juga akan memberikan dukungan kepada dokter umum yang sedang menjalani pendidikan profesi atau koas. Selama ini, bantuan yang diberikan berkisar Rp10 juta per orang.
“Kami juga memberikan perhatian kepada dokter umum yang sedang menjalani koas. Besaran bantuan masih akan disesuaikan, namun selama ini rata-rata sekitar Rp10 juta per orang,” ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan pendidikan bagi putra-putri Papua yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis.
“Bagi anak-anak Papua yang mengambil pendidikan spesialis dapat mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan. Anggarannya sudah kami siapkan melalui ABT,” katanya.
Tak hanya itu, Pemprov Papua juga menyediakan bantuan pendidikan program doktor (S3) bagi orang asli Papua sebagai bagian dari upaya mencetak SDM unggul yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. ***