Syamsul Arief Rivai Harap Ada Menteri dari Papua

        Penjabat Gubernur Provinsi Papua, Dr. Syamsul Arief Rivai berharap Presiden SBY  menunjuk salah satu putera Papua untuk duduk dalam kabinet yang sementara ini digodok.

           Harapan tersebut disampaikan Penjabat Gubernur Papua, menyusul kencangnya isu telah ditunjuknya Rektor Universitas cenderawasih (Uncen) Jayapura, Prof. Dr. Balthazar Kambuaya,MBA, oleh Presiden SBY guna menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek).

          Menurut Syamsul, menjadi satu kebanggaan bagi masyarakat jika ada seorang putera terbaik Papua dipanggil oleh Presiden untuk dilantik sebagai Menteri.  Hal demikian dinilai merupakan satu tindakan yang tepat, sebab putera asli Papua dianggap memiliki kapabilitas, kemampuan dan kompetensi yang potensial untuk menjadi seorang pemimpin.

         Jadi, kalau ada orang Papua yang masuk dalam kabinet yang akan datang ini sangat positif. Kemarin kan sudah ada satu, ya tambah lagi lah kan orang Papua juga banyak yang potensial, tukas Gubernur usai menghadiri satu acara, Selasa (18/10), di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

        Ia mengatakan, jika isu tentang dipanggilnya Rektor Uncen untuk ditunjuk sebagai Menristek oleh Presiden maka hal itu menunjukan bahwa bangsa Indonesia itu merupakan negara yang luas. Dengan kata lain, sumber daya manusia yang potensial ada dimana-mana, sekaligus bahwa penunjukan ini merupakan satu bentuk perhatian Pemerintah pusat kepada rakyat di Papua.

         Jadi, dengan penunjukan kami anggap sekaligus juga untuk menunjukan pada bangsa ini bahwa RI itu luas dengan seluruh sumber daya ada dimana-mana. Ini juga untuk menunjukan bahwa perhatian Pemerintah Pusat di Papua ini juga besar. Sebab dengan adanya putera terbaik Papua yang diangkat itu, maka harapan seluruh rakyat Papua untuk membangun daerahnya bisa lebih terakomodir, ucapnya.

        Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Gubernur Papua mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mendoakan agar isu yang saat ini mengemuka ke publik, bisa benar-benar terealisasi. Ya kita doa saja kalau itu betul ya syukuri. Mudah mudahan itu bukan isu dan itu betul kita berharap seperti itu. Kita semua berdoa semua mudah- mudahan ini terwujud, tukasnya.