Uncategorized
130 menit baca
Maknai HUT Transmigrasi Sebagai Momentum Instrospeksi Diri
Sudah menjadi ingatan bagi seluruh insan transmigrasi bahwa pada tanggal 12 Desember merupakan hari bersejarah bagi penyelenggaraan program transmigrasi di Indonesia.
Jayapura – Sudah menjadi ingatan bagi seluruh insan transmigrasi bahwa pada tanggal 12 Desember merupakan hari bersejarah bagi penyelenggaraan program transmigrasi di Indonesia. Pada tanggal tersebut, merupakan hari pertama pemerintah RI menyelenggarakan perpindahan penduduk dengan memberangkatkan 23 kk (77 jiwa) penduduk Provinsi Jawa Tengah menuju Gedung Tataan sebela utara Kota Tanjung Karang, Lampung. Maka untuk mengenang peristiwa tersebut, tanggal 12 Desember dijadikan sebagai Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) yang merupakan wujud syukur dan kecintaan kita kepada pioner-pioner transmigrasi. Berkaca kepada hal ini, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI melalui Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua, Drs. Yan Piet Rawar, meminta agar setiap peringatan ulang tahun selayaknya dimaknai sebagai momentum syukur dan instrospeksi diri. “Tujuannya tidak lain adalah melihat kembali apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah dicapai dan apa yang belum tercapai dan mengapa. Jawaban terhadap pertanyaan tersebut menjadi bekal dalam menggapai, dan mencapai tujuan di masa depan secara lebih rasional dan realistis,†jelas Yan Piet Rawar dalam sambutannya pada upacara peringatan hari bhakti transmigrasi ke 61, bertempat di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Papua, Senin (12/12). Dikatakan dia, program transmigrasi di Indonesia telah berlangsung selama 61 tahun yang merupakan sebuah perjalanan panjang dan telah terbukti mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan bangsa Indonesia. Negeri kepulauan dengan ada istiadat dan budaya dan heterogen memerlukan alat pemersatu sebagai perwujudan dari salah satu pilar berbangsa dan bernegara, yaitu NKRI. Dalam kerangka NKRI inilah peran dan kontribusi tranmigrasi merupakan suatu keniscayaan karena sejalan dengan tujuan transmigrasi, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pembangunan daerah dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga untuk mengantisipasi sejumlah tuntutan dan harapan dimasa mendatang, maka sudah tiba saatnya untuk melakukan terobosan baru dalam penyelenggaraan transmigrasi. Terobosan baru tersebut dinamakan “re-focusing sistem penyelenggaraan trasmigrasiâ€, yang pada dasarnya adalah peningkatan kualitas penyelenggaraan transmigrasi. “Oleh karena itu, saya sangat mendukung tema HBT ke 61 tahun 2011 yang ditetapkan panitia, yaitu peningkatan kualitas penyelenggaraan transmigrasi dalam rangka mendukung terwujudnya kawasan transmigrasi yang mandiri dan ketahanan pangan nasionalâ€. “Tema tersebut memiliki dua sisi yang berpadu dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Dari sisi aparatur, penyelenggara transmigrasi dituntut kreatif, inovatif dan digunakan sebagai busssines as usual. Sedangkan dari sisi masyarakat transmigrasi, dan pemerintah menjadi suatu dambaan dan harapan yang harus menjadi kenyataan,†ujarnya. Sekedar diketahui, kegiatan upacara peringatan hari bhakti transmigrasi ke 61, digelar di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja. Tampil sebagai inspektur upacara (irup) adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Papua. kegiatan tersebut, dihadiri seluruh unsur pegawai maupun staf Dinas Tenaga Kerja Papua.
Tentang Penulis
PakChris