NPC Papua Ajukan 14 Cabor di Peparnas 2020

Ketua National Paralympic Commite (NPC) Papua H. Jaya Kusuma memastikan seluruh cabang yang dipertandingkan pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016 Bandung, bakal diusulkan untuk digelar di bumi cenderawasih pada 2020 mendatang.

Kendati demikian, pihaknya ingin menambah satu cabang olahraga, Bocci sehingga total mengajukan 14 cabor untuk dipertandingan pada Peparnas 2020.

“Kalau cabor yang dipertandingkan kemarin di Peparnas XV kan ada 13 cabor. Yakni, Bola Voli Duduk, Catur, Goalball, Sepakbola CP 5 Slide, Tenis Lapangan Kursi Roda, Tenis Meja, Tenpin Bowling, Atletik, Bulutangkis, Judo, Panahan, Renang, dan Angkat Berat”.

“Nah dari 13 cabor ini kita usul tambah satu lagi, yaitu Bocci. Sehingga total ada 14 yang nanti dibahas dalam pertemuan dengan Technical Delegate (TD) di Solo Jawa Tengah, bersama dengan masing-masing cabang olahraga,” katanya.

Dia katakan, pelaksanaan Peparnas di Papua berbeda dengan iven nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Dimana untuk mempertandingkan satu cabang olahraga, wajib pula membangun sarana aksesibilitas tambahan bagi para kaum difabel.

Oleh karenanya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan panitia PON XX 2020, agar sarana dan prasarana yang dibangun itu mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

“Yang pasti kami dari NPC Papua akan melakukan pertemuan dengan Dinas Olahraga dan Pemuda Papua untuk membahas pembentukan Panitia Pelaksana (Panpel) Peparnas 2020.Kemudian dengan panitia PON XX”.

“Namun tentu setelah NPC Papua kembali dari melakukan Technical Delegate cabor di kota Solo, Jawa Tengah. Tentu kita harap beberapa cabor dan nomor yang dipertandingkan di Bandung, bisa juga digelar pada Peparnas Papua,” tuturnya.

Sementara menyoal penyiapan atlet, dia katakan, akan segera lakukan evaluasi prestasi di semua cabor, termasuk menilai kinerja pelatih maupun atlet.

“Termasuk kita nilai hasil di Peparnas 2016 Jabar maupun Peparpenas Solo. Mengapa demikian, sebab Papua nantinya akan menjadi tuan rumah Peparpenas 2019 dan Peparnas 2020. Sehingga kita harus benar-benar siapa dari segala sisi,” tuntasnya.