Pemprov Genjot Jalur Penerbangan Papua – PNG

Rencana Pemerintah Provinsi untuk mendorong pembukaan jalur penerbangan internasional, Papua – PNG, kini memasuki babak baru. Dimana kedua belah pihak setuju untuk menyelesaikan satu tahapan guna mencapai kesepakatan mengenai pembukaan jalur itu.

“(Mengenai pembukaan jalur penerbangan internasional Papua – PNG) masih ada satu tahapan lagi (yang mesti diselesaikan). Sehingga kerja sama ini (saat berjalan) bisa menjadi baik serta demi keamanan bersama”.

“Tidak ada soal sebenarnya, tapi ini hal teknis yang harus diselesaikan,” terang Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty, usai rapat dengan perwakilan Consulat PNG bersama instansi terkait, di Aula Dinas Perhubungan Papua, Senin (12/3).

Sementara dari hasil pertemuan itu, Elia mengaku telah diselesaikan hal-hal yang sifatnya teknis bersama instansi vertikal/sektoral, termasuk pihak kementerian dan angkatan udara. Dengan demikian, tindak lanjut dari kegiatan ini akan dilakukan rapat lanjutan secara internal, untuk selanjutnya menentukan waktu prasentase dari pihak PNG dan Papua.

“Hasil dari prasentase ini untuk mengetahui apakah Costum Immigration Quarabtine (CIQ) PNG telah siap, sampai kepada jalur penerbangan hingga bandara. Sebab kalau Papua bisa diusulkan Bandara Sentani, Timika dan seterusnya. Sehingga kita menunggu hasil keputusan dari PNG dulu sebelum menyepakati pembukaan jalur ini,” terangnya.

Sementara ditanya mengenai dampak positif atau keuntungan yang diraih kedua negara dari pembukaan jalur penerbangan tersebut, Elia menyebut akan ada banyak keuntungan dari sisi ekonomi.

“Yang pasti neraca perdagangan meningkat atau ada dampak positif serta pemasukan dari sisi devisa. Tapi yang terpenting tercipta kerukunan antar bangsa diantara kedua negara bertetangga ini sebenarnya”.

“Sebab dari segi kultur, Papua dan PNG sama-sama melanesia. Sementara dari sisi keamanan kalau nol persen persoalan, saya pikir tidak perlu diragukan (untuk membuka jalur penerbangan internasional antar kedua negara). Tapi sekali lagi hal ini memang harus dipersiapkan secara baik,” pungkasnya.