JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua memperoleh alokasi 200 kuota pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026. Program ini menjadi peluang bagi daerah setelah sebelumnya belum masuk dalam pelaksanaan nasional pada 2025.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua, Iman Djuniawal, mengatakan model kampung nelayan yang akan dikembangkan mengacu pada Kampung Nelayan Modern Samber Binyeri di Biak.
“Model yang digunakan mengacu pada kampung nelayan modern di Samber Binyeri Biak yang menjadi role model secara nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan pemerintah daerah telah menginventarisasi usulan dari kabupaten/kota. Dari target 200 kuota, usulan awal yang masuk dari Provinsi Papua mencapai lebih dari 50 persen.
“Data awal sekitar 121 kampung telah diusulkan, kemudian mengerucut menjadi 90 proposal, dan saat ini sekitar 86 lokasi masuk tahap lanjutan,” katanya.
Pemprov Papua mendorong daerah terus mengusulkan lokasi potensial agar peluang masuk dalam kuota nasional semakin besar. ***