TEBA – Mengakhiri kunjungan kerjanya di Negeri 1000 Misteri Sejuta Harapan Kabupaten Mamberamo Raya, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengunjungi Dermaga Teba di Kampung Warembori, Distrik Mamberamo Hilir. Kunjungan tersebut disambut antusias masyarakat adat, tokoh agama, serta pemerintah kampung dan daerah. (17/5)
Dalam arahannya, Gubernur Papua menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas sambutan hangat masyarakat. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat di wilayah pesisir dan terpencil Papua.
“Pertemuan ini adalah berkat dan anugerah Tuhan. Saya mengapresiasi antusias masyarakat yang hadir dan berharap kebersamaan ini menjadi kekuatan untuk membangun Papua dari wilayah pinggiran,” ujar Gubernur.
Gubernur juga menjelaskan kondisi fiskal pemerintah yang saat ini menghadapi berbagai tantangan sehingga pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kolaborasi dan skala prioritas.
Menurutnya, Kabupaten Mamberamo Raya merupakan wilayah strategis dalam pengembangan kawasan pembangunan Papua bagian utara. Dermaga Teba diproyeksikan menjadi hub transportasi laut yang menghubungkan sejumlah wilayah pesisir guna memperlancar distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kawasan Teba memiliki posisi penting sebagai penghubung jalur laut beberapa wilayah. Ke depan kita berharap konektivitas ini juga diperkuat dengan akses darat sehingga pergerakan ekonomi masyarakat semakin mudah,” jelasnya.
Gubernur turut memaparkan sejumlah program prioritas nasional yang akan menyentuh wilayah Papua, di antaranya program Sekolah Rakyat (SR), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pembangunan perumahan rakyat, serta program cetak sawah untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Mamberamo Raya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, selama 19 tahun berdirinya Kabupaten Mamberamo Raya, baru kali ini seorang Gubernur Papua mengunjungi langsung kawasan Dermaga Teba di Distrik Mamberamo Hilir.
“Kunjungan ini menjadi sejarah dan motivasi besar bagi masyarakat kami. Di tengah tekanan fiskal saat ini, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan. Perwakilan masyarakat Kampung Warembori, Steven Samber, meminta perhatian pemerintah terhadap kebutuhan transportasi laut melalui pengadaan KNMP, pembangunan gereja, usulan pemekaran Kampung Tubi, serta pembangunan gedung kesehatan lengkap dengan tenaga medis dan perumahan.
Sementara masyarakat Kampung Yoke mengusulkan pembangunan jalan pesisir yang menghubungkan Sarmi–Warembori, pembangunan rumah masyarakat termasuk rumah guru dan tenaga kesehatan, usulan pemekaran kampung, serta dukungan pelaksanaan sidang klasis di Kampung Yoke.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk memastikan pemerataan pembangunan hingga wilayah pesisir dan terpencil, sekaligus memperkuat konektivitas dan pelayanan dasar bagi masyarakat. ***