Dalam upaya memaksimalkan pencegahan maupun penanggulangan HIV/AIDS di "bumi cenderawasih", Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua bakal kembali mengorganisir seluruh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dibidang HIV/AIDS. Menurut Sekertaris KPA Papua, Drh. Constant Karma, dalam waktu yang tidak terlalu KPA akan segera bersurat kepada seluruh LSM yang ada di Papua guna meminta laporan mengenai program serta wilayah kerjanya. "Jadi ada instruksi dari bapak Sekda Papua yang meminta agar KPA lebih proaktif dengan mengorganisir seluruh LSM , serta meminta susunan pengurus, program kerja serta wilayah kerjanya di Kabupaten mana". "Dan kita tidak akan tunggu lama-lama tapi akan segera berurat ke LSM yang bergerak di HIV/AIDS di Papua supaya pesan dari pak Sekda bisa kita segera laksanakan," jelas Karma kepada pers, usai mendampingi sejumlah lembaga donor yang bergerak dibidang HIV/AIDS bertemu Sekda
Papua, Kamis (11/12) di Kantor Gubernur Dok II Jayapura. Hal penting lain, lanjutnya, dengan mengorganisir kembali seluruh LSM yang ada, maka KPA Papua dapat meminimalisasi adanya penumpukan LSM di satu daerah serta mencegah adanya tumpang tindah program maupun kegiatan."Dengan begitu, kedepan LSM tidak menumpuk di satu daerah tertentu tetapi jadi merata. Atau jangan nanti LSM dapat dana cukup lalu mereka tidak tersebar merata di Papua tapi tertumpuk di kota".
Sehingga saya pikir memang perlu LSM diorganisir kembali sehingga nanti kita akan atur program mereka sehingga lokasi kegiatannya tidak tumpang tindih kedepan dan jangan programnya sama. Supaya semakin cepat kita menekan penularan HIV AIDS," harapnya.Sebelumnya, Sekda Papua Herry Dosinaen didampingi Sekertaris KPA Papua Constant Karma diruang kerjanya, menerima para lembaga donor antara lain dari WHO, UNAIDS, USAID, serta AUSID.
Pertemuan tersebut juga membahas tentang sirkumsisi (kesehatan Reproduksi) serta pemberian jaminan kesehatan sosial maupun pemberlakuan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang sama baik kepada ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) maupun yang tidak terinveksi. Pertemuan itu juga membahas kemungkinan masuknya lembaga donor baru yang bergerak dibidang HIV/AIDS dari negara Australia dan Amerika Serikat, serta berakhirnya dukungan pendanaan dari Global Fund terhadap pencegahan maupun penanggulangan penyebaran virus mematikan ini di Papua