DPPAD Rancang Sistem Offline Siasati 66 Persen Daerah Papua Nihil Internet DPPAD Designed Offline Systems to anticipate 66 Percent of Papua Region Zero Internet
Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua kini mulai merancang sistem pembelajaran offline, guna menyiasati 66 persen wilayah bumi cenderawasih yang ada jaringan internet. The Regional Library and Archives Education Office (DPPAD) of Papua Province has now begun designing an offline learning system to investigate 66 percent of the existing area of the internet network.
Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua kini mulai merancang sistem pembelajaran offline, guna menyiasati 66 persen wilayah bumi cenderawasih yang tidak ada jaringan internet.
“Kita harus dapat membantu siswa dan guru kita yang tidak dapat jaringan internet. Yang jelas 66 persen daerah yang tidak dapat internet memiliki hak yang sama untuk mendapatkan sistem pembelajaran meski secara offline,” kata Kepala DPPAD Papua, Christian Sohilait, di Jayapura.
Ia juga mengungkap, terkait bantuan kouta internet dari Kemendikbud RI bagi guru dan siswa di Papua selama masa Pandemi Covid 19, ternyata hanya 25 persen saja yang dapat digunakan.
Artinya kurang lebih dari 600 ribu orang siswa, 20 ribu guru serta mahasiswa dan dosen sebanyak 71 ribu, hanya 25 Persen saja yang dapat mengakses
Hal ini karena hanya 34 persen daerah di Papua yang mendapatkan menggunakan jaringan internet.
“Ini artinya apa, efektivitas bantuan tersebut sangat minim yakni hanya 25 persen yang dapat digunakan”.
“Makanya kami sedang lakukan pendataan ulang dari 25 persen penerima dan yang mendapatkan bantuan itu apakah benar-benar digunakan untuk pembelajaran dimasa Covid 19,” ucapnya.
Selain itu, tambah Sohilait, pihaknya tengah bergerak cepat menyambut Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Pemerintah. Dimana sekitar 2.834 guru honorer di Papua, bakal diupayakan menerima BSU yang disiapkan Kemendikbud RI.
“Yang pasti kita harap untuk BSU ini supaya bisa diserap semua oleh tenaga pendidik non PNS di Papua. Yang paling penting, harapannya adalah semua guru honorer di Papua bisa menerima BSU dan tidak boleh ada yang terabaikan,” pungkasnya.
The Regional Library and Archives Education Office (DPPAD) of Papua Province has now begun designing an offline learning system to investigate 66 percent of the existing area of the internet network.
"We must be able to help our students and teachers who cannot reach the internet network. Obviously 66 percent of regions that don’t get the internet have the same right to get a learning system even offline," said the Head of DPPAD Papua, Christian Sohilait, in Jayapura.
He also revealed that, with the help of the Ministry of Education for teachers and students in Papua during the Covid-19 Pandemic, only 25 percent could be used.
This means that approximately 600 thousand students, 20 thousand teachers and 71 thousand students and lecturers, only 25 percent can access the internet.
This is because only 34 percent of regions in Papua get to use the internet network.
"This means that the effectiveness of the aid is very minimal, which is only 25 percent that can be used".
"That's why we're re-listing 25 percent of recipients and it's really used for learning during covid-19 pandemic," he said.
Sohilait added, it is moving quickly to welcome Wage Subsidy Assistance (BSU) from the Government. There are 2,834 honorary teachers in Papua who will be sought to receive BSU prepared by the Ministry of Education.
"We certainly hope for this BSU so that it can be absorbed by non-civil servant educators in Papua. Most importantly, the hope is that all honorary teachers in Papua will receive BSU and no one should be neglected," he concluded.
Tentang Penulis
Tim Redaksi Pemprov Papua
-