JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua mendorong penguatan sumber daya manusia kesehatan melalui penyiapan RSUD Jayapura sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Langkah ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan tenaga spesialis di Papua.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, mengatakan RSUD Jayapura termasuk dalam lebih dari 100 rumah sakit di Indonesia yang dinilai siap menjalankan program tersebut. Rumah sakit rujukan ini diproyeksikan membuka sekitar lima hingga enam program pendidikan dokter spesialis.
“Program prioritas difokuskan pada bidang yang paling dibutuhkan di Papua, di antaranya kebidanan dan kandungan serta anestesi,” ujarnya, Senin (26/1).
Ia menjelaskan, kekurangan dokter spesialis selama ini berdampak langsung terhadap layanan kesehatan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota. Sejumlah rumah sakit daerah mengalami keterbatasan pelayanan karena minim tenaga spesialis.
Pengembangan skema hospital-based dinilai menjadi solusi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis spesialis di Papua. RSUD Jayapura saat ini masih menunggu Surat Keputusan penetapan dari Kementerian Kesehatan.
“Setelah SK terbit, akan dilanjutkan visitasi akhir. Program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit akan dibuka setelah seluruh tahapan selesai,” kata Andreas.
Langkah ini diharapkan memperkuat layanan kesehatan rujukan di Papua sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat. ***