JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II menjadi pemimpin yang adaptif, berintegritas, mampu mengambil keputusan dan berani melakukan perubahan dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri melalui Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Yohanes Walilo, saat membuka PKN Tingkat II Provinsi Papua bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI bagi aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dan kabupaten se-Tanah Papua di Aula BPSDA.
Gubernur mengatakan perkembangan teknologi, tuntutan masyarakat, kebutuhan pelayanan publik yang semakin cepat serta dinamika pembangunan membutuhkan aparatur dengan kapasitas kepemimpinan yang mampu merespons perubahan.
Menurutnya, PKN Tingkat II tidak boleh hanya dipandang sebagai persyaratan administratif untuk menduduki suatu jabatan. Pelatihan tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas, kompetensi, wawasan strategis dan karakter kepemimpinan.
“Saya berharap saudara-saudara mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan masa on campus ini untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring dan mengembangkan gagasan yang dapat menjawab persoalan nyata di lingkungan kerja masing-masing,” kata Yohanes saat membacakan sambutan Gubernur.
Peserta juga diminta tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi mampu menerapkannya melalui karya nyata dan inovasi di lingkungan kerja. Gubernur menunggu adanya terobosan yang dituangkan dalam proyek perubahan, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
“Perubahan tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi organisasi, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan dan terutama masyarakat,” ujarnya.
Fakhiri menyebut penguatan kapasitas kepemimpinan aparatur merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni “Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmoni-Papua CERAH.”
“Jadikan kesempatan ini sebagai proses pembentukan diri menjadi pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan dan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia sekaligus mengajak seluruh peserta dan jajaran pemerintahan untuk terus bekerja bersama, membangun kepercayaan dan memperkuat kolaborasi sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan pembangunan di tanah Papua. ***